Menu

Mode Gelap

Nasional · 16 Nov 2021 23:35 WIB

Upah Minimum Provinsi Naik Rata-rata Nasional 1,09 Persen di 2022


Menaker, Ida Fauziyah konferensi pers UMP 2022. Foto: Youtube/Kemnaker Perbesar

Menaker, Ida Fauziyah konferensi pers UMP 2022. Foto: Youtube/Kemnaker

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 rata-rata nasional sebesar 1,09 persen.

Hal ini disampaikan langsung Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/11).

Menaker menyebutkan rata-rata 1,09 persen kenaikan itu merupakan perhituangan bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Nantinya kepala daerah dapat menentapkan besaran UMP/UMK.

“Setelah melakukan simulasi, tentu akan ditetapkan gubernur, nilainya berdasarkan data BPS rata-rata kenaikan upah minimum 1,09%. Ini rata-rata nasional, kita tunggu saja para gubernur,” ujar Menaker Ida.

ads

Dijelaskannya, gubernur dapat menetapkan UMP 2022 ini paling lambat pada tanggal 20 November mendatang. Sebelumnya paling lambat pada 21 November, namun bertepatan hari libur maka dipercepat satu hari.

Sedangkan untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) paling lambat 30 November 2021.

“Hal ini juga telah ditegaskan kembali oleh Menteri Dalam Negeri melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri 561/6393/SJ Hal Penetapan Upah Minimum tahun 2022 kepada seluruh gubernur,” ungkapnya.

Lebih lengkap, Menaker Ida menyebutkan jika telah meminta para gubernur untuk menyampaikan perihal tersebut ke bupati dan wali kota di daerahnya.

ads

Ia menuturkan, bahwa nantinya penetapan UMP harus berdasarkan indikator ekonomi makro di masing-masing daerah.

“Hal tersebut dikarenakan data BPS yang kami sampaikan memuat data-data ekonomi dan ketenagakerjaan dari mulai pertumbuhan ekonomi, inflasi, garis kemiskinan hingga pengangguran terbuka,” tutur Ida.

Baca: UMP 4 Provinsi Ini Tidak Naik Tahun 2022

Sebelumnya diberitakan, ada 4 provinsi yang tidak mengalami kenaikan upah minimum. Yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Adapun alasan 4 daerah ini tidak mengalami kenaikan UMP/UMK karena telah melampau batas tinggi yang ditetapkan sebelumnya, sehingga di tahun 2022 tetap sama dengan 2021.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

KSPI Bakal Gugat SK Gubernur se-Indonesia Terkait UMP dan UMK 2022

4 Desember 2021 - 14:43 WIB

TV Analog Akan Dimatikan Tahun Depan Secara Bertahap, Ini Jadwalnya

29 November 2021 - 14:57 WIB

Ilustrasi nonton TV

Mulai 1 Desember, WNI Sudah Bisa Terbang ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari

26 November 2021 - 22:16 WIB

Kabar Duka, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Verawaty Fajrin Meninggal Dunia

21 November 2021 - 12:57 WIB

BPOM Keluarkan Izin Darurat Vaksin Asal India Bernama Covovax

20 November 2021 - 07:02 WIB

Ilustrasi vaksin COVID-19

Dituding Minta Bayaran Lepaskan Kapal Asing di Kepri, TNI AL Beri Bantahan

15 November 2021 - 14:19 WIB

Trending di Nasional