Batam — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta jajaran pemerintah kecamatan hingga kelurahan, untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan Kota Batam.
Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama RT/RW, LPM, dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Sekupang Tahun 2026 di Aula SMP Kartini Sei Harapan, Minggu (4/10/2026) malam.
Di hadapan ratusan peserta, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan Batam tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. RT dan RW, menurutnya, memegang peran kunci karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi mata rantai pelayanan pemerintah di tingkat lingkungan.
“Batam membutuhkan ikhtiar bersama. Batam tidak memerlukan narasi-narasi yang saling melemahkan. Yang kita perlukan adalah bagaimana RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat mendukung kebijakan lurah dan camat. Dengan begitu, Bapak dan Ibu sekalian sudah menyokong penuh arah kebijakan pembangunan Pemko Batam,” ujar Amsakar.
Ia menilai komunikasi langsung dengan masyarakat harus terus dibangun agar setiap program pemerintah dapat dipahami dan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Forum silaturahmi seperti ini, lanjutnya, menjadi ruang untuk menyelaraskan informasi, menyerap aspirasi, sekaligus memperkuat koordinasi.
“Silaturahmi ini momentum untuk mempertemukan kembali hati kita, mendekatkan jarak, dan meluruskan hal-hal yang kurang tepat. Saya selalu ingatkan kepada camat dan lurah, jika ingin berhasil melayani warga, perbanyaklah turun dan bersilaturahmi dengan RT, RW, serta tokoh masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas Pemko Batam bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Dari sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,28 persen pada semester I dengan realisasi investasi Rp39,89 triliun. Capaian itu memperkuat posisi Batam sebagai tujuan investasi, termasuk masuknya ekosistem pusat data dan kecerdasan buatan (AI) berskala internasional.
Di bidang pendidikan, Pemko Batam telah membagikan 105.670 set seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan. Pada sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) berbasis KTP telah mencapai 98 persen penduduk Kota Batam. Pemerintah juga meningkatkan insentif bagi 4.000 lansia menjadi Rp300.000.
Sementara itu, program pinjaman modal tanpa bunga bagi pelaku UMKM telah menjangkau 1.500 pemohon dengan nilai realisasi Rp1,3 miliar. Di bidang ketenagakerjaan, Pemko Batam menyelenggarakan 108 jenis pelatihan kerja bagi 4.433 peserta. Pemerintah juga menandatangani nota kesepahaman dengan 30 perusahaan di bawah naungan Apindo untuk memprioritaskan minimal 20 persen kuota rekrutmen bagi tenaga kerja lokal.
Amsakar juga menyampaikan penurunan angka kemiskinan Batam dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 83,8.
“Semua raihan ini bukan klaim personal Amsakar-Li Claudia, melainkan hasil kontribusi kolektif dari RT, RW, LPM, pimpinan kecamatan, kelurahan, Forkopimda, hingga kader Posyandu dan PKK. Mari kita hentikan ego sektoral dan terus berorkestrasi membangun Batam,” tuturnya.
Menurut Amsakar, capaian tersebut perlu dijaga melalui kerja bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga dukungan perangkat pemerintahan di tingkat bawah dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting agar program pembangunan berjalan hingga ke lingkungan.
Perwakilan Tokoh Masyarakat Kecamatan Sekupang, Fajar Fajri Pembudi, mengakui pembangunan di wilayahnya mulai dirasakan. Ia menyebut perbaikan drainase, jalan, dan layanan pengangkutan sampah sebagai contoh nyata.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali atas silaturahmi ini. Di Sekupang, dampak pembangunan sangat terasa: drainase dan jalan berjalan baik, serta pengangkutan sampah di lingkungan perumahan sudah berjalan sesuai aturan,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, RT, RW, dan tokoh masyarakat Sekupang siap mendukung serta mengawal keberlanjutan program pembangunan yang dijalankan Pemko Batam. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat komunikasi serta menyatukan langkah dalam membangun Batam dari tingkat lingkungan.