Wali Kota Batam Dorong Guru Al-Qur’an Kuasai Teknologi dan Kelas Inklusif

Batam — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa guru Al-Qur’an tidak boleh berpuas diri dengan metode pengajaran lama. Menurutnya, kompetensi dan kreativitas guru harus terus diasah agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam Tahun 2026 di Aula Engku Hamidah, Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Batam ini diikuti lebih dari 200 perwakilan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Batam.

ADVERTISEMENT

Dalam sambutannya, Amsakar menekankan bahwa pelatihan ini merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para guru.

“Ilmu tidak akan bertumbuh jika kita hanya berpuas diri dengan pola mengajar yang lama. Harus ada terobosan, peningkatan kapasitas, dan sentuhan baru. Pelatihan ini adalah ikhtiar kita bersama agar para guru memiliki kompetensi, karisma, dan daya pikat dalam mengajar,” ujarnya.

Amsakar menyoroti tiga hal penting yang harus dikuasai guru Al-Qur’an saat ini: penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, dan kemampuan memanfaatkan teknologi.

Menurutnya, keberhasilan seorang pendidik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan mengelola kelas dan membangun keterikatan dengan peserta didik.

“Penguasaan kelas adalah kunci. Guru yang berhasil adalah guru yang memiliki pesona dan daya pikat, sehingga saat ia berdiri di depan, anak-anak fokus dan menyimak,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran inklusif. Setiap peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, harus mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang setara.

“Materi pelatihan kali ini mengusung tema besar menciptakan kelas inklusif, kelas yang tidak ada polarisasi dan memberikan perlakuan yang sama, baik untuk anak-anak umum maupun anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Amsakar mengingatkan para guru agar melek teknologi digital. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) seperti ChatGPT, serta platform digital seperti YouTube, menurutnya perlu disikapi dengan kreativitas dan penyesuaian metode pembelajaran.

“Jika metode pengajaran kita usang, anak-anak bisa jadi lebih memilih belajar ke platform digital. Kemajuan teknologi informasi ini harus disikapi dengan kepiawaian dan penyesuaian metode belajar agar para guru tidak tertinggal,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Amsakar mengapresiasi peran pengurus TPQ, BMGKS, IPIM, dan para pendidik keagamaan yang konsisten membina kehidupan spiritual masyarakat Batam. Ia menilai keberadaan guru Al-Qur’an berperan penting dalam mendukung visi Batam sebagai Bandar Dunia Madani.

ADVERTISEMENT

“Batam boleh saja dikenal sebagai kota industri dan metropolitan yang sibuk, tetapi kehidupan spiritualitas masyarakatnya sangat luar biasa dan religius. Visi Bandar Dunia Madani bukan sekadar di atas kertas, melainkan hidup dan terlaksana di tingkat akar rumput berkat kontribusi Bapak dan Ibu sekalian,” ungkapnya.

Pelatihan ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan pendidikan keagamaan. Selain meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat penguasaan metode pembelajaran yang efektif, pemahaman psikologi anak, serta manajemen TPQ.

Pemerintah Kota Batam berharap kualitas pembelajaran di TPQ semakin baik sehingga mendukung lahirnya generasi Qurani yang memiliki pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai keagamaan.

ADVERTISEMENT

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kegiatan Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga pelatihan ini melahirkan guru-guru yang hebat demi masa depan generasi penerus kita,” tutup Amsakar.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article