Wali Kota Batam Serap Aspirasi Warga Bulang: Jembatan, Air Bersih, hingga Koperasi Nelayan

Batam — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung mendengar keluhan dan aspirasi warga Kecamatan Bulang. Dalam acara silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Bulang di Bulang Kebam, Kelurahan Bulang Lintang, Kamis (8/10/2026), berbagai persoalan pembangunan wilayah hinterland dibahas tuntas.

Pertemuan itu menjadi ruang terbuka bagi pemerintah dan masyarakat untuk berbicara soal kebutuhan nyata di lapangan. Mulai dari rencana pembangunan jembatan penghubung Bulang Kebam–Bulang Lintang hingga persoalan air bersih yang kian mendesak.

ADVERTISEMENT

Amsakar menegaskan, komunikasi langsung dengan masyarakat adalah kunci agar program pembangunan tidak salah sasaran. Baginya, kemajuan Batam bukan hasil kerja segelintir orang, melainkan buah dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Silaturahmi ini adalah energi baru bagi kita. Saya tidak pernah melihat keberhasilan Batam sebagai prestasi pribadi, melainkan keberhasilan kita bersama berkat kerja sama seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama ia memimpin bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam naik dari 83,3 menjadi 83,8. Angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Batam tercatat 7,28 persen pada Semester I 2026.

Meski begitu, ia tidak ingin jajaran kecamatan dan kelurahan berpuas diri. Amsakar meminta Camat dan Lurah terus memperkuat komunikasi dengan warga.

“Lurah dan Camat harus rajin bersilaturahmi, berembuk, dan hadir di tengah persoalan warga. RT dan RW adalah perpanjangan tangan pemerintah sekaligus ujung tombak dalam meneruskan aspirasi masyarakat,” katanya.

Jembatan Bulang Kebam–Bulang Lintang Masih Diproses

Salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga adalah pembangunan jembatan penghubung Bulang Kebam–Bulang Lintang. Menanggapi hal itu, Amsakar memastikan Pemko Batam terus menyiapkan tahapan pembangunan, termasuk pematangan Detail Engineering Design (DED).

ADVERTISEMENT

Anggaran awal untuk tahapan tersebut direncanakan dialokasikan pada 2027. Pemko Batam juga tengah mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar jembatan itu bisa segera terwujud.

“Kita persiapkan seluruh dokumen kajian serta perizinannya di daerah, lalu kita kawal bersama ke pemerintah pusat agar pembangunan jembatan ini dapat terealisasi dengan kualitas yang memadai,” ujarnya.

Air Bersih dan Koperasi Nelayan

ADVERTISEMENT

Selain infrastruktur, ketersediaan air bersih menjadi perhatian serius warga Bulang. Kondisi ini diperparah oleh kekeringan yang melanda sejumlah waduk akibat fenomena El Nino.

Amsakar mengatakan, Pemko Batam menyiapkan langkah teknis dan operasional. Mulai dari perbaikan dan optimalisasi infrastruktur penampungan air hingga pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut menjadi air bersih.

Pemerintah juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual melalui salat Istisqa, memohon turunnya hujan.

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan itu, Amsakar juga mengumumkan rencana pengalokasian tiga unit Koperasi Nelayan Merah Putih untuk Kecamatan Bulang. Salah satunya akan berlokasi di Bulang Kebam. Kehadiran koperasi ini diharapkan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir, termasuk membantu akses bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan serta mendukung usaha perikanan warga.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam, Camat Bulang, para lurah se-Kecamatan Bulang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta tokoh agama dan tokoh adat setempat.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article