Menu

Mode Gelap

Warta · 25 Nov 2023 16:14 WIB

Warga Belajar PKBM Melati Karimun Dibekali Studi Pengolahan Sampah


					Warga belajar PKBM mencermati langkah pembuatan wadah pengolahan sampah anorganik. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Warga belajar PKBM mencermati langkah pembuatan wadah pengolahan sampah anorganik. Foto: Khairul S/kepripedia.com

Puluhan warga belajar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati Kabupaten Karimun mendapatkan pembekalan mengenai proses pengolahan sampah, Sabtu (25/11).

Mereka terlihat melakukan simulasi pengolahan mulai dari memilah jenis sampah organik dan anorganik hingga menyiapkan wadah pengelolaan yang baik dan tepat.

ADVERTISEMENT

Sekretaris PKBM Melati Karimun, Bobby Hartanto, mengatakan studi pengolahan sampah tersebut untuk mengajarkan para warga belajar agar memanfaatkan limbah-limbah sampah yang ada di sekitar.

“Apakah dijadikan pupuk kompos atau daur ulang jenis sampah lain, sehingga bisa memiliki nilai ekonomis,” ujar Bobby.

Praktik belajar tersebut, kata dia, juga menghadirkan narasumber dari unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memberikan pelatihan kepada seluruh warga belajar PKBM Melati baik yang tengah mengikuti paket A, B dan C.

“Dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan pengetahuan mengenai pengolahan sampai yang baik dan benar sehingga bisa bermanfaat,” ungkapnya.

Pemateri dari DLH Karimun, Saprianto, menargetkan pelatihan teknik dan cara pengelolaan sampah tersebut dapat diimplementasikan oleh warga belajar, mulai dari skala kecil, seperti di lingkungan rumah masing-masing.

“Apalagi sampah ini punyai nilai ekonomis, terutama apabila kita bisa kelola sampah itu mulai dari hulu-nya,” jelasnya.

Untuk jenis sampah anorganik, dapat dikumpulkan di bank sampah terdekat dan ditukar dengan besaran harga yang bisa diperoleh jika dipahami dengan baik.

ADVERTISEMENT

“Di situ ada botol air mineral, kardus, buku tidak pakai. Selama ini banyak masyarakat yang belum paham bahwa itu punya nilai ekonomis,” kata Kabid Pengelolaan Sampah DLH Karimun itu.

Sedangkan, untuk jenis sampah organik, dapat diproses menjadi pupuk kompos yang juga punyai nilai ekonomis. Misalnya saja hasil pengelolaan dapat di pasarkan hingga ke toko-toko pertanian.

“Harga per kilogramnya Rp 12 ribu. Bisa juga untuk mengecilkan pengeluaran membeli pupuk, maka hasil pengelolaan sampah ini juga digunakan. Artinya bisa menghemat uang,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

 

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Momentum Idul Adha 1445 H, Lanal TBK Sembelih 4 Ekor Sapi dan 11 Ekor Kambing

18 Juni 2024 - 12:10 WIB

IMG 20240618 115755 11zon

Mahasiswa di Tanjungpinang Unjuk Rasa Tolak Tapera, RUU Penyiaran dan RUU TNI-Polri

15 Juni 2024 - 12:48 WIB

IMG 20240615 WA0038 11zon

Kepri Dapat 2 Ekor Sapi Kurban Sumbangan Presiden RI

14 Juni 2024 - 14:50 WIB

Ilustrasi sapi kurban

KPU Kepri Buka Penerimaan 5.906 Pantarlih, Honor Rp 1 Juta

14 Juni 2024 - 14:45 WIB

IMG 20240614 WA0016 11zon

Roby Ingatkan Jangan Ada Pungli Dalam PPDB SD dan SMP di Bintan

12 Juni 2024 - 15:08 WIB

IMG 20240612 WA0018 11zon

Permudah Akses Perizinan, KKP Asistensi Pemanfaatan Ruang Laut di Karimun

12 Juni 2024 - 15:02 WIB

IMG 20240612 WA0012 11zon
Trending di Warta