Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 31 Mei 2023 20:42 WIB

Warga Binaan Diduga Terlibat Penyelundupan Narkoba dari Malaysia, Ini Penjelasan Lapas Batam


					Kepala Lapas Kelas IIA Batam Bawono Ika. Foto: Zalfirega/kepriepdia.com Perbesar

Kepala Lapas Kelas IIA Batam Bawono Ika. Foto: Zalfirega/kepriepdia.com

Polda Metro Jaya mengungkapkan praktik penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 12 kilogram yang  merupakan jarangan Malaysia. Seorang pelaku terpidana Lapas Kelas II A Batam diduga berperan dalam pengendali barang haram itu.

Kepala Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Batam, Bawono Ika, membenarkan pelaku merupakan terpidana Lapas Batam diduga terlibat kasus penyelundupan sabu tersebut.

ADVERTISEMENT

“Untuk pelaku memang benar dan beberapa waktu lalu diperiksa oleh Polda Metro Jaya,” ungkap Ika kepada wartawan, Rabu (31/5).

Ia mengatakan, satu pekan konferensi pers di Polda Metro Jaya terlebih dahulu telah melakukan koordinasi mengenai pengungkapan kasus tersebut.

“Jadi sebelumnya Polda menangkap dua orang penerima kiriman barang cooking utensil, peralatan memasak sebanyak 800 mangkok yang di dalamnya diisi 12 kilogram sabu,”kata Bowono.

Menurut dia Polda Metro Jaya awalnya menangkap dua tersangka. Polisi kemudian melakukan pengembangan hingga diketahui pengendali barang itu berada dari Lapas.

“Jadi Polda Metro koordinasi dan kita memfasilitasi dan mencari tau siapa pengendali pengiriman barang tersebut,” kata Bowono.

Dengan adanya sinergitas Polda Metro dan Lapas sehingga kode yang digunakan untuk mengendalikan barang haram tersebut dapat terbongkar. Satu terpidana diduga kuat berperan dalam penyelundupan sabu itu.

“Setelah kita bisa pecahkan kodenya, kita langsung lakukan penggeledahan terhadap SP terpidana yang mengendalikan pengiriman barang tersebut. Dari pelaku kita menemukan dua unit handphone yang digunakan pelaku untuk mengendalikan narkotika,” kata Bowono.

ADVERTISEMENT

Ia meluruskan inisial pelaku yang disebut dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya bukan J melainkan SP.

“Untuk inisial bukan J, tapi SP. Sekarang ini sudah ditempatkan di ruangan khusus (isolasi) seraya menunggu surat penetapan tersangka dari Polda,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam keseharian SP tidak menunjukkan perilaku yang aneh. Ia pun berkelakuan baik dan rajin ibadah. SP sendiri merupakan terpidana kasus narkotika yang di vonis hakim pengadilan Batam pada tahun 2019 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

ADVERTISEMENT

“Jadi tidak pernah ada hal aneh yang dilakukan oleh Sp,” pungkasnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Terbawa Arus Saat Menjaring Udang, Nelayan di Karimun Ditemukan Tewas

22 Juli 2024 - 11:41 WIB

IMG 20240722 WA0001 11zon

Kapal Berbendera Singapura Ditangkap di Perairan Kepri, Selundupkan Sabu 106 Kg

18 Juli 2024 - 19:30 WIB

Konferensi pers penangkapan kapal penyelundup sabu sabu

Butuh Uang Bayar Kos, Pria di Lingga Nekat Bobol Konter HP

18 Juli 2024 - 19:15 WIB

Pelaku saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polsek Daik Lingga

Bejat, Pria di Lingga Cabuli Anak Tiri Saat Penghuni Rumah Tidur

18 Juli 2024 - 18:59 WIB

Ilustrasi pencabulan

Penipu Modus Lowongan Kerja di Bintan Dibekuk Polisi

15 Juli 2024 - 10:53 WIB

IMG 20240715 104847 11zon

Pelaku Penipuan Janjikan Pekerjaan di Bintan Ditangkap Polisi, Korban Bayar Jutaan Rupiah

15 Juli 2024 - 09:28 WIB

WhatsApp Image 2024 07 14 at 20.39.52
Trending di Hukum Kriminal