Warta ยท 30 Okt 2021 17:07 WIB

Warga Sagulung Minta Program PTSL Kembali Dilakukan


Ilustrasi sertifikat tanah. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi sertifikat tanah. Foto: Istimewa

Sejumlah warga Sagulung, Kota Batam Kepulauan Riau, mengaku belum tersentuh dengan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau program sertifikat tanah gratis dari pemerintah.

Hal itu di antaranya di sampaikan warga Kelurahan Sei Lekop, Yusuf, pada kepripedia Sabtu (30/10).

“Hingga sekarang program PTSL ini kita belum dapat,” ujarnya.

Sementara, menurutnya pengurusan sertifikat tanah secara mandiri butuh waktu dan biaya yang sangat besar. Misalnya, kata dia, untuk pengurusan mandiri harus bayar Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) di BP Batam dan yang lainnya.

ads

“Itu harus dipenuhi dan barulah rekomendasi keluar dan dilanjutkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Seperti itulah prosedur termasuk pajak lagi,” ujar Yusuf.

Dia menjelaskan program yang digadangkan Presiden Jokowi itu, sebenarnya telah masuk ke wilayah Sagulung Kelurahan Sei Lekop pada tahun 2017 silam. Namun kala itu dirinya bersama sejumlah warga lain, terkendala karena surat kaveling tertahan di sebuah bank.

“Saya ada utang, jaminan surat kaveling, jadi tak bisa urus waktu itu,” jelas dia.

Hal yang sama juga disampaikan warga lainnya Alex. Ia menyebut program PTSL sangat membantu masyarakat untuk mendapat status atas tanah. Namun, ia menilai program tersebut saat ini berhenti begitu saja.

ads

Padahal ia menilai BPN Batam dan BP Batam dapat mensosialisasi program yang digadangkan oleh Presiden Jokowi di wilayah Sagulung tersebut.

Satu lain hal, di antaranya penduduk terpadat ada di Sagulung, kurang lebih 120.000 jiwa. Namun masih banyak warga yang belum merasakan program tersebut.

“Kita mintalah pemerintah, pak Jokowi kembali menggelar program ini ke wilayah Sagulung. Jangan hanya satu kali saja,” tambah dia.

Terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam, Makmur Siboro, menjelaskan bahwa program PTSL di wilayah Sagulung sudah masuk pada tahun 2017 silam.

“Kita buka posko di Kelurahan Sei Pelunggut dan 1×24 jam melayani masyarakat kala itu,” ujarnya melalui Humas BPN Yudho pada kepripedia, Sabtu (30/10).

Ia menyebut saat ini untuk program PTSL tidak ada di wilayah Sagulung. Bahkan kemungkinan hingga tahun depan juga belum ada arahan lebih lanjut menyasar ke wilayah itu.

“Jadi untuk tahun depan program ini tidak masuk ke wilayah Sagulung. Kita lagi fokus ke wilayah Kampung tua dulu diprioritaskan,” kata dia.

Ia juga tak bisa memberikan banyak saran terkait keluhan warga yang belum dapat sertifikat tanah dan pengurusan yang butuh biaya besar. Sementara ini, kata dia, masyarakat dapat mengurus secara mandiri ke BP Batam terlebih dahulu.

Sebelumnya Jokowi menyebutkan bahwa sertifikat PTSL ini berguna untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah milik rakyat. Dengan sertifikat ini warga akan terhindar dari permasalahan sengketa tanah. Semua administrasi gratis diberikan pemerintah.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Redaksi


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Peringati Hari Juang Kartika, TNI AD di Karimun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

9 Desember 2021 - 13:18 WIB

3 Remaja di Batam Terancam 7 Tahun Penjara karena Terlibat Aksi Curanmor

9 Desember 2021 - 10:47 WIB

Ilustrasi pencurian sepeda motor

Waspada COVID-19 Varian Omicron yang Lebih Cepat Menular

8 Desember 2021 - 20:50 WIB

Didemo Buruh Soal UMK, Gubernur Ansar: Berunjukrasalah dengan Tertib

8 Desember 2021 - 18:53 WIB

Pemulangan PMI Melalui Batam Diperketat Antisipasi Varian Omicron

8 Desember 2021 - 18:39 WIB

Para PMI Tiba di Batam melalui Pelabuhan Batam Center

Satgas: 7.000 PMI dari Malaysia Akan Pulang Melalui Batam

8 Desember 2021 - 18:21 WIB

Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan
Trending di Warta