Menu

Mode Gelap
ads

Warta · 31 Okt 2021 11:19 WIB

Warga Tanjunguncang Keluhkan Aroma Menyengat, Diduga dari Limbah


Parit yang mengeluarkan aroma tak sedap. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Parit yang mengeluarkan aroma tak sedap. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Warga di RT 03 RW 01 Cunting , Tanjunguncang, Batu Aji, Kota Batam, mengeluhkan aroma menyengat yang keluar dari parit di sekitar pemukimannya.

Informasi yang diperoleh kepripedia, Sabtu (30/10), aroma itu berasal dari sekumpulan air pekat dari dalam parit yang diduga berasal dari aliran sisa pencucian bahan material plastik yang dibuang dan mengalir dari PT FPI, sebuah perusahaan plastik yang ada di jalan Brigjend Katamso, Tanjunguncang.

“Jadi ini baunya minta ampun, airnya dibuang perusahan setiap hujan turun atau di malam hari yang tembus ke laut,” ujar salah satu warga, Leo Laksamana, Sabtu (30/10).

Ia menyebutkan, warga menduga limbah tersebut dibuang begitu saja oleh pihak perusahan tanpa memikirkan dampak lingkungan. Khususnya bagi kesehatan warga sekitar.

ads

Padahal menurut Leo, masalah ini sudah bertahun-tahun dikeluhkan. Warga sudah mengadu ke pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga ke Komisi III DPRD Batam yang membidangi lingkungan.

Namun menurutnya hingga sekarang belum ada tanggapan lebih jauh. Baik dari perusahan yang diduga membuang limbah, maupun dua instansi pemerintah tersebut.

“Kita minta pengawasan DLH untuk memberikan sanksi ke perusahaan. Tujuan agar tidak ada warga yang sakit. Kalau dibiarkan berlarut-larut akan berdampak ke kesehatan kita,” tegas dia.

Sementara, saat dikonfirmasi ke pihak perusahaan PT FPI, pihak manajemen perusahan enggan bertemu awak media. Disampaikan nelalui Danru sekuriti, Ade Aulia, pihak perusahaan belum ada waktu untuk menjawab pertanyaan awak media.

ads

“Saya sudah sampaikan kepada pengawas lapangan, tapi pengawas tidak berkenan untuk memberikan komentar,” kata Ade.

Ade melanjutkan, sesuai penjelasan singkat pengawas lapangan, David, bahwa yang dibuang dari perusahaan tersebut bukan limbah. melainkan hanya air bekas cucian material bahan produksi.

Sebelumnya Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Arlon Veristo, telah melakukan sidak ke perusahaan tersebut. Mereka turun langsung ke lokasi menindak lanjuti keluhan masyarakat.

Di lokasi, kata Arlon, tidak ada Tempat Penimbunan Sementara (TPS) limbah hasil pengolahan plastik-plastik. Pihak DPRD Batam langsung menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat.



ads
Baca Lainnya

KPPAD Harap Lingga Jadi Kota Layak Anak Tingkat Madya

27 November 2021 - 16:34 WIB

KPPAD: Januari-November 2021 Ada 12 Kasus Kekerasan Anak di Lingga

27 November 2021 - 16:08 WIB

Gubernur Kepri Sampaikan Persoalan Biaya Penanganan PMI ke BNPB

26 November 2021 - 21:29 WIB

Menteri KKP Kunker ke Kepri, Sosialisasi Industri Perikanan Mandiri

26 November 2021 - 21:09 WIB

Kodim 0317/TBK Bantu Fasilitasi Bedah Gadis di Karimun yang Tertelan Jarum Pentol

26 November 2021 - 17:57 WIB

Truk Pengangkut Pakan Ternak Terbalik di Pendakian Bukit Daeng Batam

26 November 2021 - 16:47 WIB

Trending di Warta