Menu

Mode Gelap

Warta · 14 Mei 2022 13:05 WIB ·

Waspada Wabah PMK Serang Hewan Ternak Jelang Idul Adha


 Ilustrasi ternak sapi atau lembu. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Ilustrasi ternak sapi atau lembu. Foto: Ismail/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengimbau kabupaten/kota menghindari pemesanan hewan ternak dari luar daerah yang telah terdapat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Terlebih, tidak lama lagi umat Islam akan menyambut lebaran haji dan kurban. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara, mengatakan Menteri Pertanian telah menetapkan sejumlah daerah yang terkena wabah PMK. Diantaranya, di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur, sementara di Provinsi Jawa Timur , ada kabupaten Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto.

“Kita harap sumber hewan qurban tidak berasal dari daerah memiliki wabah PMK,” ungkapnya di Tanjungpinang, Jumat (13/5) 

Ia juga telah menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar berkoordinasi dengan Bupati dan Wali kota untuk melakukan surveilans atau pengawasan rutin terhadap hewan-hewan ternak guna mengantisipasi kasus PMK.

ADVERTISEMENT
advertisement

Dijelaskannya, PMK merupakan penyakit yang disebabkan oleh Foot and Mouth Disease Virus (FMDV). Ini merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen.

“Namun penyakit ini tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan saja,” katanya.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, lanjut Adi, pihaknya tetap harus mewaspadainya karena wabah PMK bisa memicu kematian hewan ternak, sehingga akan mengganggu pasokan daging di daerah.

Oleh karena itu, ia juga meminta Balai Karantina Pertanian agar turut memberikan edukasi kepada peternak terkait gejala klinis wabah PMK. Hal itu bertujuan, apabila ditemukan maka bisa segera ditindak lanjuti.

“Saat ini memang belum ditemui wabah PMK di Kepri, tapi upaya pencegahan terhadap masuknya penyakit itu perlu diperketat,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 19 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

MTQ IX Tingkat Provinsi Kepri 2022 di Anambas Bakal Mundur dari Jadwal

19 Mei 2022 - 21:59 WIB

Upaya Cegah Stunting, UPT Puskesmas Posek Luncurkan Program PALACS

19 Mei 2022 - 21:53 WIB

Siap Tampung Keluhan Layanan Publik, Ombudsman Kepri Akan Gelar PVL on The Spot di Lingga

19 Mei 2022 - 21:38 WIB

Ratusan Penumpang Berangkat Dalam Pelayaran Perdana Karimun-Malaysia

19 Mei 2022 - 20:12 WIB

DPD KNPI Kota Batam Segera Bentuk Pengurusan PK KNPI

19 Mei 2022 - 17:06 WIB

Lahan Seluas 138.661 Hektare di Perairan Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

19 Mei 2022 - 16:56 WIB

Trending di Warta
advertisement