Warta · 6 Nov 2021 23:16 WIB

Yuk Intip Serba-serbi Kebijakan PCR Bagi Penumpang Pesawat di Batam


Ilustrasi. Foto: via kumparan Perbesar

Ilustrasi. Foto: via kumparan

Meski bertujuan baik, namun kebijakan tes usap PCR yang diberlakukan pemerintah bagi pelaku perjalanan cukup membuat pusing dengan interval perubahan yag terjadi. Tidak sedikit komentar dan pertanyaan dilontarkan masyarakat melalui unggahan status di berbagai laman media sosial.

Berikut rangkuman kepripedia mengenai berita tes usap PCR:

Bandara Hang Nadim Terapkan Polymerase Chain Reaction (PCR) COVID-19

General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Bambang Soepriono menyebut bahwa pemberlakuan tes PCR pada Minggu (24/11) mulai efektif. Hal itu sesuai dengan surat edaran Menhub Nomor 88 Tahun 2021 dan Satgas COVID-19   21 Tahun 2021.

Sementara itu, satgas COVID-19 mengeluarkan edaran terbaru nomor 21 Tahun 2021 mengenai syarat terbang ke Batam Jawa-Bali dan daerah status PPKM level 1,2,3,4.

ads

Dengan persyaratan, calon penumpang transportasi udara harus melengkapi dirinya dengan surat hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurung waktu maksimal 2×24 jam.

“Kita susah siap menjalankan kebijakan dari pusat dan akan segara menyesuaikan,” ujar Kepala KKP Batam Achmad Farchanny pada kepripedia.com Jumat (22/10).

Warga Batam Keluhkan Harga Syarat Tes PCR untuk Terbang

Di tengah kondisi ekonomi serba sulit yang terdampak virus corona pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan menyengsarakan rakyat meski tujuan baik.

“Kemarin kita tak perlu mengantongi tes PCR jika ke luar daerah (Jakarta) cukup sertifikat vaksin dua kali. Ini kita sudah dua kali vaksin dan syarat hasil tes PCR tetap saja diminta,” kata Rudi, Jumat (22/10).

ads

Rudi menilai saat kondisi serba sulit ini, tak seharusnya pemerintah membuat kebijakan yang dianggap tidak pro dengan rakyat, katanya, harga PCR 50 persen dari harga tiket pesawat.

“Nah, kita disuruh untuk vaksin, sementara kita ke luar daerah tetap juga diminta tes PCR,” ujar dia.

Rudi berharap pemerintah pusat kembali mempertimbangkan kebijakan syarat tes PCR ini bagi calon penumpang yang hendak terbang ke luar daerah.

DPRD Batam Minta Jokowi Kaji Kembali

Anggota DPRD Tumbur Hutasoit menyoroti kebijkan pemerintah terkait syarat terbang mengantongi tes PCR.

“Kebijakan ini kok berubah rubah. Kemarin tak perlu PCR sekarang berubah lagi. Kebijakan yang kelimpungan,” tegas Tumbur, Jumat (22/10).

Dia menyebutkan untuk capaian vaksinasi di Kepri dan Batam khususnya telah 80 persen yang artinya tingkat herd immunity kian terpenuhi. Selain itu, Batam juga telah status level satu.

“Jadi harga PCR ini luar biasa 50 persen dari harga tiket. Apa gunanya vaksin? Ini akan timbul polemik di warga, jangan ada lahan bisnis jadinya,” tegas dia.

Apindo Batam: Syarat Terbang Gunakan Tes Antigen Cukup Deteksi

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam menilai untuk syarat terbang cukup tes antigen tak perlu tes PCR di saat kasus COVID-19 kian melandai turun.

“Kita menyambut baik penurunan harga PCR,  namun kita minta syarat terbang tak usah pakai PCR di wilayah luar pulau Jawa-Bali. Bahkan jika perlu hapus semua,” ujar Ketua Apindo Kota Batam Rafki Rasyid, kepada kepripedia, Kamis (29/10).

Harga Tes PCR di Batam Turun

Rumah sakit negeri dan swasta di Batam kini telah resmi menurunkan harga swab RT- PCR COVID-19. Hal itu sesuai permintaan Jokowi untuk menurunkan tarif Rp 300 ribu.

“Sudah kita turunkan dari Rp 495 ribu menjadi Rp 300 ribu, sesuai arahan pemerintah pusat,” ujar Direktur RSUD Batam Any Dewiyana pada kepripedia kala itu.

Kini Syarat Terbang di Bandara Tak Perlu PCR

Calon penumpang pesawat terbang dari Bandra Hang Nadim Batam kini diberi kemudahan. Jika sebelumnya hasil negatif tes PCR menjadi syarat mutlak bagi pelaku perjalanan tujuan Jawa Bali termasuk daerah lain, kini penggunaan tes antigen diperbolehkan dengan syarat tertentu.

Penggunaan rapid test antigen untuk pelaku perjalanan dipertegas dengan Surat Edaran Tugas COVID-19 Nomor 22 Tahun 2021.

Aturan tersebut mengatur tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi COVID-19.

Selain surat edaran satgas COVID-19 Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang PPKM level 3, level 2 dan level 1 COVID-19 mempertegas hal itu.

“Jika sudah divaksin dua kali, calon penumpang cukup menunjukkan surat tes antigen yang berlaku 1×24 jam,” ujar General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Bambang Soepriono pada kepripedia, Selasa (2/11).

 

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Yoan S N


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Peringati Hari Juang Kartika, TNI AD di Karimun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

9 Desember 2021 - 13:18 WIB

3 Remaja di Batam Terancam 7 Tahun Penjara karena Terlibat Aksi Curanmor

9 Desember 2021 - 10:47 WIB

Ilustrasi pencurian sepeda motor

Waspada COVID-19 Varian Omicron yang Lebih Cepat Menular

8 Desember 2021 - 20:50 WIB

Didemo Buruh Soal UMK, Gubernur Ansar: Berunjukrasalah dengan Tertib

8 Desember 2021 - 18:53 WIB

Pemulangan PMI Melalui Batam Diperketat Antisipasi Varian Omicron

8 Desember 2021 - 18:39 WIB

Para PMI Tiba di Batam melalui Pelabuhan Batam Center

Satgas: 7.000 PMI dari Malaysia Akan Pulang Melalui Batam

8 Desember 2021 - 18:21 WIB

Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan
Trending di Warta