Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 11 Okt 2023 10:40 WIB

1.000 Lebih UMKM se-Kepri Manfaatkan Pinjaman Nol Persen


					Kusmiati, pemiliki usaha Aneka Keripik Pisang “Kurnia” yang merupakan salah satu UMKM di Rumah BUMN Mempawah Kalimantan Barat yang telah melakukan upgrade packaging di bawah binaan Telkom. Perbesar

Kusmiati, pemiliki usaha Aneka Keripik Pisang “Kurnia” yang merupakan salah satu UMKM di Rumah BUMN Mempawah Kalimantan Barat yang telah melakukan upgrade packaging di bawah binaan Telkom.

Program pinjaman lunak kepada para pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Riau cukup diminati. Hal itu terbukti, sejak dimulai pada 2021 lalu, sudah 1.100 UMKM telah memanfaatkan program tersebut.

Dengan rincian, 142 UMKM pada 2021, 613 UMKM tahun 2022, dan Januari-September 2023 sebanyak 345 UMKM. Program pinjaman dengan bunga nol persen ini merupakan program Pemprov Kepri sebagai upaya membangkitkan gairah ekonomi UMKM paska pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENT

Di mana, Pemprov Kepri bekerjasama dengan Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) untuk memberikan pinjaman kepada UMKM. Dengan skema, Pemprov Kepri melalui APBD yang menanggung bunga kredit tersebut.

Berdasarkan laporan Bank Riau Kepri Syariah, jumlah plafon kredit yang terserap untuk UMKM sudah mencapai Rp 20,72 miliar dengan total margin subsidi yang telah ditanggung Pemprov Kepri mencapai Rp 1,94 miliar.

Kabupaten Natuna sebanyak 349 UMKM dengan plafond pinjaman mencapai Rp 6,64 miliar, Tanjungpinang 259 UMKM sebesar Rp 4,94 miliar, kemudian Karimun169 UMKM dengan plafond Rp 3,18 miliar.

Lalu, Kota Batam 124 UMKM sebesar Rp 2,26 miliar, Lingga 92 UMKM Rp 1,66 miliar, Bintan 64 UMKM Rp 1,25 miliar dan Anambas sebanyak 43 UMKM dengan plafond Rp 808 juta.

“Kita juga meminta Pemerintah Kabupaten dan Kota ikut menyukseskan program ini sampai ke daerah,” ungkap Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Selasa (10/10).

Ansar menuturkan, jumlah UMKM yang memanfaatkan program pinjaman nol persen masih terbilang kecil. Jika dibandingkan dengan total UMKM se-Kepri yang berjumlah 164 ribu UMKM.

Dengan capaian yang ada saat ini, baru sekitar 0,7 persen UMKM se-Kepri saja yang memanfaatkan program tersebut. Untuk itu, Gubernur mengajak para pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan usahanya lebih baik.

ADVERTISEMENT

“Bagi masyarakat yang ingin info lebih lanjut jangan sungkan bertanya ke Cabang BRKS terdekat atau Dinas Koperasi UMKM, baik kabupaten/kota, maupun provinsi, agar pemanfaatan program ini maksimal,” sebutnya.

Namun demikian, melihat antusias masyarakat yang memanfaatkan program ini, maka Pemprov Kepri berencana akan melanjutkan program pinjaman lunak ini pada 2024 mendatang.

Bahkan, nilai plafond maksimal pinjaman juga akan ditambah. Jika sebelumnya plafond pinjaman hanya maksimal Rp 20 juta, maka tahun depan akan ditingkatkan hingga Rp 40 juta.

ADVERTISEMENT

“Ini merupakan hasil evaluasi berdasarkan masukan dari pelaku UMKM. Mereka membutuhkan bantuan modal yang lebih besar sebab di angka sebelumnya terasa kurang maksimal. Sementara tawaran dari Bank-Bank lain Plafond pinjamannya bisa lebih tinggi meski dengan bunga,” imbuh Ansar.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Khairul S



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Harga Beras Premium di Tanjungpinang Naik

22 Februari 2024 - 07:59 WIB

IMG 20240220 WA0005 11zon

6 Sektor Industri di Batam yang Tumbuh Signifikan di Tahun 2023

13 Februari 2024 - 12:18 WIB

ILUSTRASI PELAWA 664x498 11zon

Warga Batam Wajib Tau! Segini Biaya Parkir Terbaru di Batam

1 Februari 2024 - 13:23 WIB

IMG 20240201 WA0029 11zon

BP Batam Gandeng Swasta Kelola Parkir Pelabuhan Domestik

1 Februari 2024 - 13:09 WIB

IMG 20240201 WA0028 11zon

BPR Karimun Re-Branding Nama, Unggulkan Program Kurda Segmentasi UMKM

24 Januari 2024 - 12:07 WIB

IMG 20240124 WA0009 11zon

Tahun Ini, Retribusi Tera dan Tera Ulang di Bintan Gratis

20 Januari 2024 - 12:27 WIB

IMG 20240119 WA0008 11zon
Trending di Ekonomi Bisnis