Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 8 Jul 2022 21:08 WIB ·

3 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal dari Batam ke Kamboja Ditangkap


 Ditreskimum Polda Kepri menunjukkan barang bukti dari 3 pelaku TPPO di jumpa pers di Polda Kepri, Jumat (8/7).  Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Ditreskimum Polda Kepri menunjukkan barang bukti dari 3 pelaku TPPO di jumpa pers di Polda Kepri, Jumat (8/7). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Tiga pelaku pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal dari Batam ke luar negeri berhasil ditangkap Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri. Ketiganya terdiri dari 2 orang wanita dan seorang pria.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam jumpa pers, Jumat (8/7), pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini berinisial JE, F dan H yang merupakan warga Batam. Mereka diringkus oleh pihak kepolisian pada waktu dan tempat terpisah di Kota Batam.

“Mereka merupakan komplotan pengiriman PMI ke luar negeri yakni Kamboja,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian.

Kombes Jefri menjelaskan, kasus ini awalnya terungkap berdasarkan laporan dari Kedubes RI di Kamboja pada 30 Juni 2022 lalu. Di mana terdapat 9 WNI yang mendapat pekerjaan tidak layak di salah satu perusahaan di Kamboja.

ADVERTISEMENT
advertisement

Sembilan WNI tersebut meminta bantuan dan melapor ke KBRI karena mengaku mendapatkan penganiayaan serta gaji yang tidak sesuai.

“9 WNI diantar perusahaan ke KBRI namun hanya di pinggir jalan saja tidak ke kantor KBRI,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

“Mereka (korban) ini kebetulan ada punya HP satu. Dari sana mereka berkomunikasi ke KBRI untuk minta tolong,” tambahnya.

Para WNI yang terdiri dari 8 orang warga Kepri (Batam dan Lingga) serta 1 warga Jawa Barat tersebut berhasil dipulangkan ke tanah air. Kemudian kasus ini ditindak lanjuti Subdit V Ditreskrimum Polda Kepri untuk proses lebih lanjut.

“Pada 6 Juli di bilangan Kecamatan Lubuk Baja salah satu perekrut 9 WNI tersebut berhasil kita amankan. Selanjutnya dilakukan pengembangan hingga menangkap dua orang lainnya,” jelas Kombes Jefri.

ADVERTISEMENT

Dari pemeriksaan, pelaku utama J mengaku merekrut calon pekerja dengan mengunakan media sosial Facebook. Ia melakukan perekrutan karena suaminya yang juga bekerja di Kamboja. Mereka dipekerjakan sebagai marketing dari investigasi bodong. Namun jika tidak sesuai target, mereka mendapat aksi kekerasan.

“Pengakuan pelaku, ia baru pertama kali mengirim orang ke luar negeri. Untuk biaya ditalangi oleh pelaku dan dilakukan potong gaji setelah kerja,” sebutnya.

Lebih jauh dijelaskan, para WNI tersebut diberangkatkan dari Batam menuju Singapura lalu ke Kamboja. Mereka dijanjikan kerja di salah satu perusahaan yang ada di Kamboja dengan tawaran gaji sekitar  700 USD dan 1.000 USD tergantung skill masing-masing. Alih-alih bergaji besar, justru upah dan bentuk kerja tak sesuai dengan yang diharapkan.

ADVERTISEMENT

Selain itu, disebutkan jika para WNI tersebut tiba di Kamboja diperiksa oleh pihak Imigrasi melalui cara tidak resmi.

“Pengakuan korban tiba di Kamboja lewat jalur samping,” kata dia.

Saat ini, korban telah berada di Batam. Sementara tiga orang pelaku tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Kepri. Para pelaku dapat dijerat pasal 4 Jo pasal 10, Jo pasal 48 UU TPPO dengan ancaman hukum paling singkat 3 tahun bui dan paling lama 15 tahun serta denda Rp 500 juta.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 15 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Tak Jera, Residivis Ini Kembali Diringkus Usai Mencopet di Pasar Tos 3000 Jodoh

11 Agustus 2022 - 12:57 WIB

Polisi Ringkus Jambret di Tanjung Uma, Sudah 20 Kali Beraksi di Wilayah Batam

11 Agustus 2022 - 12:11 WIB

Kapolri Tegaskan Beri Hukuman Terberat untuk Ferdy Sambo dan Anak Buah

9 Agustus 2022 - 20:10 WIB

Penyalur PMI Ilegal di Pelabuhan Internasional Batam Ditangkap, Untung Rp 1 Juta per Korban

8 Agustus 2022 - 21:00 WIB

Kurang 24 Jam, 3 Pencuri Toko Cakrawala Petshop Sagulung Diringkus

8 Agustus 2022 - 18:07 WIB

Marak Penipuan Modus Anak Masuk RS di Batam, Ini Kata Polisi

5 Agustus 2022 - 20:35 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement