4 Desa Wisata di Kepri Ini Masuk 300 Besar ADWI 2022, 2 di Antaranya dari Lingga

Setelah sebelumnya 7 desa wisata di Kepulauan Riau masuk dalam 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (2022), kini di 300 besar, perwakilan Kepri tersisa 4 desa wisata.

Hasil penetapan ini disampaikan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, secara virtual Rabu (22/4).

ADVERTISEMENT

Adapun keempat desa wisata perwakilan dari Kepri tersebut, 2 di antaranya berasal dari Kabupaten Lingga yakni Desa Wisata Benan dan Desa Wisata Resun. Selain itu, dari Kabupaten Natuna yaitu Desa wisata Mekar Jaya serta dari Kota Batam, Desa wisata Kampung Tua Bakau Serip.

Menparekraf, Sandiaga Uno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ADWI 2022 ini merupakan ajang kompetisi Desa inovatif dan kreatif dengan konsep wisata yang diselenggarakan Kemenparekraf. Dari program tersebut ia berharap dapat mewujudkan desa wisata yang mampu berkembang bahkan hingga sekelas dunia.

“Kepada seluruh Desa wisata yang belum lolos 300 besar Desa Wisata ADWI 2022 tetap terus tingkatkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi melalui pengisian data Desa wisata di website Jadesta sebagai wadah dan arah Kemenparekraf dalam penyusunan rencana pengembangan desa-desa wisata seluruh Indonesia,” ujar Sandi.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Buralimar, menyampaikan apresiasi dan selamat kepada desa wisata yang lolos tersebut. Ia pun berharap keempat desa wisata itu lolos lagi di 50 besar.

memberikan selamat kepada Desa-desa wisata yang berhasil lolos. Ia berharap Desa wisata tersebut dapat lolos ke 50 besar.

“Selamat untuk Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga dan Kota Batam. Semoga bisa tembus di 50 besar. Pencapaian kita di 100 besar tahun 2021 yakni diraih Desa Wisata Kampung Terih. Tahun ini Mangrove Kampung Terih lolos lagi di 300 bersama Mekar Sari Natuna, dan Benan serta Resun dari Lingga,” ujar Buralimar.

Meski demikian, Buralimar menyayangkan Desa Wisata Pulau Ngenang tidak ikut serta di ajang bergengsi tersebut. Padahal menurutnya Menparekraf, Sandiaga Uno, sedikit banyak telah mendapat informasi terkait potensi dan tentang Pulau Ngenang

ADVERTISEMENT

“Jika beliau (Menpar Sandi) datang sekali lagi akan berkunjung ke Ngenang. Jika lolos ke 50 besar. Pak Sandiaga Uno akan berkunjung ke 50 desa tersebut,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di tahun 2021 lalu Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) telah menjaring sekitar 1.831 desa wisata dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Sementara di tahun 2022 ini, terjadi peningkatan yakni dengan keikutsertaan 3.419 desa wisata dari seluruh tanah air.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article

TERBARU

Wali Kota Batam: Pancasila Fondasi Utama Jaga Persatuan di Kota Heterogen Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kebinekaan di Kota Batam. Hal ini disampaikannya saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2026 yang digelar di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (1/10/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta sejumlah pegawai dari berbagai instansi. Dalam amanatnya, Amsakar menekankan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momen ini menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa. “Pancasila telah teruji oleh sejarah sebagai falsafah hidup yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan. Di Kota Batam yang sangat heterogen ini, nilai-nilai Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga toleransi, kondusivitas, serta persatuan kita,” ujar Amsakar. Ia pun menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran birokrasi untuk memperkuat semangat gotong royong serta menjaga kebersamaan. “Kunci kemajuan Batam ada pada kebersamaan dan rasa saling memiliki. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam bekerja dan berinteraksi, kita optimis mampu membawa Kota Batam menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing,” katanya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Amsakar juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) masa akhir jabatan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purnatugas per 1 September 2026. Upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Batam. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan khidmat.

POPULER

Wali Kota Batam: Pancasila Fondasi Utama Jaga Persatuan di Kota Heterogen Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kebinekaan di Kota Batam. Hal ini disampaikannya saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2026 yang digelar di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (1/10/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta sejumlah pegawai dari berbagai instansi. Dalam amanatnya, Amsakar menekankan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momen ini menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa. “Pancasila telah teruji oleh sejarah sebagai falsafah hidup yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan. Di Kota Batam yang sangat heterogen ini, nilai-nilai Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga toleransi, kondusivitas, serta persatuan kita,” ujar Amsakar. Ia pun menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran birokrasi untuk memperkuat semangat gotong royong serta menjaga kebersamaan. “Kunci kemajuan Batam ada pada kebersamaan dan rasa saling memiliki. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam bekerja dan berinteraksi, kita optimis mampu membawa Kota Batam menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing,” katanya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Amsakar juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) masa akhir jabatan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purnatugas per 1 September 2026. Upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Batam. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan khidmat.