Rencana Tata Kota Lama di Karimun Usung Konsep 2 Dimensi

Revitalisasi sejumlah kawasan kota lama di wilayah Kabupaten Karimun saat ini masuk tahap penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

Pada tahun ini, penataan kembali akan terfokus di sepanjang jalan Nusantara dengan mengusung konsep dua dimensi yakni kota lama dan kota modern atau water front city.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karimun, Erly Sandhya Suputra. Menurutnya konsep yang diusung bertujuan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu objek wisata di Karimun.

“Intinya kawasan kota lama itu akan dijadikan objek wisata. Maka penataannya akan sebaik mungkin, mulai dari instalasi jaringan sehingga tidak berserakan,” kata Erly, Kamis (12/1).

Disisi darat, pemeliharaan dan penataan kembali akan dilakukan terhadap bangunan lama yang sudah ada sejak dulu. Sementara di sisi laut, akan dipoles menjadi kawasan kota modern.

“Sehingga apabila pengunjung datang ke Karimun dari arah laut itu tampak sudah tertata. Nah ketiksa sampai dlke darat justru melihat kota lama yang bersih dan nyaman untuk berwisata,” imbuhnya.

“Jadi kita coba menata bangunan dua sisi tampak depan. Tampak depan dari darat kota lama dan dari arah laut kota modern atau water front city. Jadi ada dua dimensi dalam satu tempat,” jelas dia.

Ia menuturkan, penataan yang akan dilakukan ini mencapai puluhan hektar. Termasuk bangunan dan kawasan yang ada di sepanjang jalanan Nusantara.

“Ada puluhan hektar nanti yang akan kita tata. Tapi secara fisik di tahun ini saya juga belum melihat DPA, tapi yang pasti tahun ini ada fisiknya. Terkait dengan apa dulu yang akan kita kerjakan kita lihat anggaran dulu,” pungkas Erly.

ADVERTISEMENT

Baca: Pemda Karimun Bakal Revitalisasi Tata Kota Mulai Tahun Ini

Diberitakan sebelumnya, Bupati Karimun, Aunur Rafiq, mengungkapkan akan melakukan revitalisasi secara bertahap sejumlah kawasan kota lama di Karimun. Di mana tahun ini dimulai dari kawasan kota lama jalan Nusantara. Lalu kawasan Meral dan Kundur di tahun depan.

“Mudah-mudahan APBD kita kuat, kita mampu maka tidak ada salahnya. Paling tidak di tahun ini di jalan Nusantara akan kita realisasikan dahulu,” sebut Bupati R
Rafiq.

ADVERTISEMENT

Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement
advertisement