Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan resmi menggebrak dunia olahraga daerah dengan meluncurkan sebuah inovasi digital bernama B-SMART (Bintan Sport Monitoring, Analytic & Reporting Technology). Peluncuran berlangsung di Aula Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Di balik nama yang canggih, B-SMART adalah jawaban atas kebingungan selama ini: ke mana perginya data atlet? Selama ini, kata Bupati Bintan Roby Kurniawan, data olahraga sering berceceran. Ada di organisasi cabang olahraga, ada di pelatih, atau bahkan hanya tersimpan di ingatan.
“Kita tidak bisa membangun prestasi hanya dengan perasaan. Kita butuh data,” tegas Roby dalam sambutannya.
Bupati menekankan bahwa kehadiran B-SMART bukanlah sekadar gawai atau aplikasi biasa. Ia menyebutnya sebagai “instrumen penting” untuk merapikan tata kelola olahraga di Bintan. Dengan satu pintu data, semua informasi mulai dari nama atlet, pelatih, wasit, cabang olahraga, hingga riwayat prestasi, kini bisa diakses dan dikelola dengan mudah.
Baca Juga
Menurut Roby, pembangunan olahraga bukan hanya soal mengejar medali. Lebih dari itu, pemerintah harus hadir dengan sistem pembinaan yang terukur dan berkelanjutan. Di era serba digital ini, sektor olahraga pun tidak boleh ketinggalan.
“Ini adalah fondasi. Dengan data yang akurat, kita tahu siapa atlet potensial, cabang mana yang harus kita prioritaskan, dan program latihan seperti apa yang tepat sasaran,” ujarnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bintan, Alfeni Harmi, menambahkan bahwa sistem ini dirancang untuk memudahkan proses monitoring, analisis, hingga pelaporan. Ia berharap B-SMART menjadi jembatan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, KONI, sekolah, pelatih, dan semua pihak terkait.
Bupati Roby pun menyampaikan harapan besarnya. Ia ingin B-SMART menjadi saksi lahirnya atlet-atlet kebanggaan Bintan yang mampu bersinar di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
“Kita ingin pembinaan ini terencana, terukur, dan berkelanjutan. Mari kita wujudkan prestasi dengan data, bukan dengan tebak-tebakan,” pungkasnya.
