BATAM – Langkah Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, terhenti sejenak ketika memasuki ruang perawatan anak di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Senin (22/6/2026).
Di hadapannya, seorang bocah berusia sembilan tahun duduk di atas tempat tidur rumah sakit dengan pita merah muda menghiasi kepalanya. Senyum kecil yang berusaha ia tunjukkan tak mampu menyembunyikan luka yang masih membekas di wajah dan tubuhnya.
Amsakar mendekat dan mengusap lembut kepala anak berinisial RAL itu sambil menyampaikan kata-kata penyemangat. Ruangan mendadak hening. Para tenaga kesehatan, keluarga, dan pejabat yang mendampingi hanya bisa menyaksikan momen haru tersebut. Mata Amsakar tampak berkaca-kaca melihat kondisi korban yang diduga mengalami penganiayaan berat oleh ibu tirinya.
“Dengan tegas kami mengutuk keras perbuatan terhadap anak ini. Ini sudah di luar batas kemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan,” ujar Amsakar dengan suara bergetar.
Baca Juga
Di sela kunjungan, ia memberikan motivasi, bingkisan, dan santunan sebagai bentuk dukungan moral. Namun perhatiannya tak berhenti di situ. Amsakar menegaskan Pemkot Batam akan menjamin masa depan korban, termasuk kelanjutan pendidikannya.
“Pemko Batam memastikan masa depan anak ini tidak terputus. Kami jamin pendidikannya hingga tuntas agar ia tetap punya kesempatan meraih cita-cita,” tegasnya.
Usai menjenguk RAL, Amsakar melanjutkan kunjungan ke bangsal perawatan lain untuk menemui para jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tembesi Indah yang menjadi korban kecelakaan di kawasan Pantai Melur beberapa waktu lalu.
Ia menyapa satu per satu korban dan keluarga yang mendampingi. Amsakar mendengarkan cerita mereka, memberikan semangat, serta memastikan penanganan medis berjalan baik.
“Musibah memang tak pernah kita ketahui kapan datangnya. Yang penting sekarang tetap semangat menjalani penyembuhan, ikhlas, dan percaya ada hikmah di balik setiap peristiwa. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan penanganan seluruh korban,” katanya.
Kunjungan ini menjadi wujud nyata kehadiran Pemkot Batam di tengah warga yang sedang menghadapi cobaan. Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, pemerintah berkomitmen memberi perlindungan, pendampingan, serta memastikan setiap warga mendapat perhatian dan pelayanan maksimal.
Di ruang perawatan itu, sapaan hangat, usapan lembut di kepala anak, dan kalimat penuh harapan menjadi penguat bahwa di balik luka dan musibah, masih ada tangan yang siap merangkul dan memastikan mereka tak menghadapi semuanya sendirian.
