Batam — Sebanyak 600 warga dari enam kelurahan di Kecamatan Sagulung memadati kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang digelar TP-PKK Kota Batam, Jumat kemarin. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, hadir langsung memberi pembekalan kepada para peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu.
Kegiatan yang berlangsung seharian ini menghadirkan sejumlah materi penting. Mulai dari pemenuhan gizi ibu dan balita, upaya pencegahan stunting, hingga penguatan peran Posyandu di lingkungan masing-masing. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan warga sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Camat Sagulung, Muhammad Arfie Eranov, menjelaskan bahwa setiap kelurahan mengirimkan 100 peserta. Mereka mengikuti pelatihan dan pembekalan secara bergilir. “Kami berharap masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ujarnya.
Erlita Amsakar mengapresiasi semangat peserta yang bertahan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Menurutnya, ilmu yang disampaikan para narasumber harus menjadi bekal bagi para ibu dalam menjalankan peran di keluarga dan lingkungan sosial.
“Terima kasih kepada ibu-ibu yang telah hadir. Semoga ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar,” kata Erlita.
Media Sosial untuk Usaha, Bukan Sekadar Gosip
Di sela-sela pemaparan, Erlita menyampaikan pesan khusus terkait pemanfaatan media sosial. Ia mengingatkan bahwa platform digital bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bisa menjadi pintu rezeki. Ibu-ibu yang memiliki usaha rumahan diminta tidak ragu mempromosikan produknya lewat media sosial.
“Bagi ibu-ibu yang memiliki usaha, manfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk dan mengembangkan bisnis. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” pesannya.
Erlita juga menyoroti pentingnya literasi digital. Ia mengajak warga lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Menurutnya, kebiasaan membaca judul berita tanpa memahami isi utuh sering memicu kesalahpahaman di masyarakat.
“Ketika menerima informasi di media sosial, bacalah isinya secara lengkap. Jangan hanya membaca judulnya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Jadilah pengguna media sosial yang bijak,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Erlita menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ia mendorong seluruh peserta untuk tidak berhenti belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan memanfaatkan setiap peluang guna memajukan keluarga masing-masing.