Batam – Hingga Semester I tahun 2026, realisasi investasi di Kota Batam menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dampaknya, penyerapan tenaga kerja di kawasan industri dan perdagangan bebas itu mencapai 40.943 orang. Angka ini bertambah 9.964 orang jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.
Pencapaian tersebut disambut istimewa oleh Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam, karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa kemerdekaan bagi Batam tidak hanya dimaknai melalui upacara seremonial setiap 17 Agustus.
Sebagai daerah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia, serta berstatus kawasan industri dan perdagangan, kemerdekaan diterjemahkan dalam bentuk pembangunan nyata yang menghadirkan kesejahteraan.
“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar, Minggu (16/8/2026).
Ia menegaskan, investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan realisasi proyek, pengembangan industri, serta pembukaan lapangan kerja.
“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan efek berganda bagi ekonomi Batam,” katanya.
Lapangan Kerja Terus Bertambah
Pertumbuhan investasi sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja tercatat naik dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026. Artinya, ada tambahan 9.964 tenaga kerja atau tumbuh sebesar 32,16 persen dalam setahun.
Menurut Amsakar, bertambahnya lapangan kerja merupakan bagian penting dari tujuan pembangunan. Investasi harus membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” ujarnya.
Layanan Investasi Terus Ditingkatkan
Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyatakan bahwa pertumbuhan investasi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Investor membutuhkan kepastian, mulai dari proses awal penanaman modal hingga proyek beroperasi.
“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi. Tujuannya, agar kebutuhan investor dapat direspons secara cepat dan tepat.
“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di sini,” katanya.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun. Nilai itu terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,09 triliun. Capaian ini tumbuh 27,31 persen secara tahunan.
Sementara itu, berdasarkan metode bottom-up yang digunakan BP Batam, realisasi investasi mencapai Rp38,97 triliun. Angka tersebut terdiri atas Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar. Dengan target investasi Batam sebesar Rp70 triliun pada 2026, capaian tersebut telah mencapai 55,67 persen dari target tahunan.
Keragaman dan Pelayanan Setara
Selain dari sisi ekonomi, Amsakar dan Li Claudia juga menekankan bahwa kemerdekaan di Batam tercermin dalam kehidupan sosial yang majemuk. Berbagai suku seperti Melayu, Batak, Jawa, Tionghoa, Minang, Aceh, hingga masyarakat Indonesia Timur hidup berdampingan dalam semangat Harmony in Diversity.
Pemerintah juga mendorong kesetaraan bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam berbagai bidang kehidupan. Dari sisi pelayanan publik, Pemko Batam berkomitmen memberikan layanan yang cepat, transparan, dan adil tanpa membedakan latar belakang, suku, maupun asal-usul warga.
Semangat ini sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026, yaitu “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Tema itu juga selaras dengan visi pembangunan Batam di bawah kepemimpinan Amsakar-Li Claudia, yakni mewujudkan Batam Kota Madani yang Inovatif, Berbudaya, dan Berkelanjutan sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata.
Bagi Amsakar dan Li Claudia, investasi bukan sekadar angka. Lebih dari itu, investasi harus menjadi pintu masuk bagi terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya dunia usaha, dan semakin kuatnya daya saing Batam. Semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjadikan Batam semakin maju, produktif, kompetitif, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.