Batam – Malam itu, Dataran Engku Hamidah, Batam Centre, berubah lautan cahaya. Ribuan obor menyala, diayunkan oleh peserta dari berbagai lapisan masyarakat, memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Suasana khidmat dan meriah menyatu dalam Pawai Obor sekaligus tradisi Taptu yang digelar Minggu malam itu.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, secara resmi melepas peserta pawai. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam. Inspektur upacara, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, memimpin rangkaian acara yang diawali dengan penghormatan pasukan, penyalaan obor simbolis, dan pembacaan doa.
Penyalaan obor bukan sekadar ritual. Nyala api itu dimaknai sebagai cerminan semangat juang para pahlawan yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Cahaya itu lalu diwujudkan dalam pawai yang menyusuri sejumlah jalan utama Batam, mulai dari Dataran Engku Hamidah hingga berakhir di Simpang Gelael.
Peserta pawai berasal dari unsur TNI-Polri, Satpol PP, Ditpam, pemadam kebakaran, ASN Pemkot Batam, Pramuka, mahasiswa, dan pelajar. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa semangat kebangsaan hidup di semua generasi.
Di tengah iring-iringan obor, Wali Kota Amsakar menyampaikan pesan kepada masyarakat Batam. Menurutnya, momen HUT ke-81 RI harus menjadi pengingat untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga keamanan daerah.
“Obor ini simbol semangat perjuangan. Dulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Sekarang tugas kita adalah menjaga kemerdekaan itu dengan bekerja, mengabdi, dan membangun daerah,” ujarnya tegas.
Pawai Obor/Taptu tahun ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan menjelang 17 Agustus. Kegiatan itu juga menjadi ruang untuk mengenang jasa pahlawan, menanamkan patriotisme kepada generasi muda, dan merawat nilai-nilai kebersamaan.
Harapannya, semangat yang berkobar dari obor tidak padam setelah malam usai. Nilai perjuangan itu perlu terus diterjemahkan dalam kerja nyata, pengabdian, dan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa—bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan membangun Batam dan Indonesia ke depan.