Hari itu, sebuah ketulusan yang meruntuhkan air mata mengalir tenang dari ruang kerja Kapolda Kepulauan Riau,Irjen Pol Asep Safrudin. Di tengah badai kecemasan yang sempat berkecamuk hebat di dalam dada, sambutan penuh persahabatan yang ditunjukkan oleh Mantan Wakapolda Kalimantan Barat ini sungguh menjelma menjadi sebuah kejutan yang mengharu biru.
Pertemuan di ruangan yang bersahaja itu bagaikan oase di tengah padang pasir yang gersang dan membakar. Tidak ada sekat formalitas yang kaku, tidak ada jarak pangkat yang angkuh mendominasi. Irjen Pol Asep Safrudin menyambut kami bukan sebagai pejabat tinggi yang sedang menerima tamu, melainkan seperti seorang kakak kandung yang merangkul adiknya dengan kehangatan yang amat tulus.
Padahal, sebelum melangkah masuk melewati pintu itu, saya sempat menyelipkan rasa cemas yang mencengkeram erat di dada. Saya berulang kali mengingatkan para pengurus dan panitia agar menjaga sikap sekaku mungkin.
Tidak ada pembicaraan lain selain silaturahmi dan menyampaikan undangan pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digagas oleh Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bekerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta.
Kami sadar diri, kami hanyalah sekumpulan jurnalis daerah yang sedang mengetuk pintu seorang Jenderal Bintang Dua. Namun, apa yang kami terima sungguh bagaikan langit dan bumi dari apa yang kami khawatirkan.
Dukungan beliau adalah sebuah pelukan moral yang nyata, bukan sekadar basa-basi protokoler yang dingin. Lebih dari sekadar restu, di balik sorot matanya yang tegas, tersimpan harapan dan keinginan yang begitu kuat dari Sang Jenderal. Ia merindukan lahirnya pilar pers di Kepri yang tumbuh lebih berkualitas, profesional, dan benar-benar kompeten di bidangnya.
Baginya, pers bukan sekadar mitra, melainkan pilar peradaban yang menentukan arah bangsa. Beliau menaruh kepercayaan besar dengan mengajak KJK bersinergi erat memerangi disinformasi demi kenyamanan investasi melalui sebuah pesan mendalam:secure Kepri, secure your investments.
Sikap kebapakan Sang Jenderal seketika membasuh luka menganga yang sedang kami rasakan di luar sana. Sungguh sebuah ironi yang menyayat hati dan menguji batin. Di saat seorang pemimpin tertinggi kepolisian di Kepri mengulurkan tangannya yang kokoh untuk menopang kami agar tidak jatuh, di luar sana justru ada angin kencang yang sengaja ditiupkan oleh kedengkian untuk merubuhkan langkah kami.
Ada jemari yang sibuk merajut fitnah dalam senyap, ada suara-suara yang melakukan pembusukan karakter, dan ada tangan-tangan yang bergerak gerilya, berupaya keras menggagalkan pelaksanaan UKW ini. Dan yang membuat batin ini terenyuh hingga ke hulu rasa—terasa perih bagai disayat sembilu—mereka yang tega menabur duri di jalan kami bukanlah orang asing. Mereka adalah saudara kandung kami sendiri!
Kami lahir dari rahim profesi yang sama. Kami dibesarkan oleh cita-cita yang sama, dan disumpah di bawah payung kode etik yang mulia. Namun sungguh disayangkan, dalam perjalanan waktu, mereka memilih jalan adab yang berbeda.
Di saat mereka memilih melempar batu dalam kegelapan dan menyusun strategi untuk menjatuhkan, kami memilih menyikapinya dengan keheningan yang bijak. Kami tidak membalas kegaduhan dengan kegaduhan, karena kami percaya iman dan integritas pers bagaikan emas, ia akan tetap berkilau meski terkubur di dalam lumpur yang paling hitam.
Rasanya paripurna sudah air mata dan peluh yang tumpah dalam mempersiapkan UKW yang akan digelar di Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu – Minggu (29-30/8/2026) ini. Keyakinan kami kian membubung setelah sebelumnya Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, juga telah menyatakan dukungan penuhnya yang luar biasa.
Maka dari tempat ini, dengan hati yang telah dibilas kelapangan setelah menerima energi magis dari Kapolda Kepri, saya ingin menyapa mereka yang sempat menabur duri di sepanjang jalan kami.
Wahai saudaraku, darah profesi ini jauh lebih kental daripada kebencian sesaat yang mengotori hati. Kami tidak ingin memelihara dendam yang merusak jiwa. Kami justru ingin membuka tangan lebar-lebar dengan segala kerendahan hati.
Kembalilah ke jalan yang benar. Pulanglah ke dalam pelukan ibu kandung profesi ini—ibu yang sejak kecil telah menyusui kita dengan idealisme, mengajari kita arti kesetiaan pada kebenaran, serta integritas yang tanpa batas. Mari kita sudahi keretakan ini, karena rumah besar pers Kepri ini terlalu megah jika harus runtuh oleh ego-ego sektoral yang rapuh. Kita semua adalah satu!
Semua keraguan, fitnah keji, dan upaya penggagalan yang terstruktur itu, hari ini kami jawab tuntas dengan prestasi dan kerja nyata yang elegan. Alhamdulillah, atas izin dan rida Allah SWT, UKW perdana oleh KJK yang bekerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta resmi berdiri tegak, menantang badai, dan berjalan persis sesuai rencana!
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Ini bukan pajangan formalitas untuk pamer kedekatan semata. Ini adalah sebuah panggilan jiwa yang bergemuruh di dada! Kami menolak menjadi penonton yang terasing di rumah sendiri.
Kami tidak ingin sekadar menulis berita yang lewat ditiup angin lalu. Kami ingin mengukir sejarah dengan pena yang bertanggung jawab, profesional, dan bermartabat!
Sinergi besar ini menjadi kian kokoh karena disambut baik oleh UPN “Veteran” Yogyakarta, didukung penuh oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, beserta seluruh unsur Forkopimda yang memahami betul arti penting pers yang sehat bagi kemajuan peradaban daerah.
Lebih dari itu, sebuah kebanggaan luar biasa yang menggetarkan dada atas kesediaan Irjen Pol. Andry Wibowo untuk hadir langsung di tengah-tengah kami. Kehadiran beliau mencatatkan sejarah baru yang monumental! Ini adalah UKW pertama di Kepulauan Riau yang menghadirkan Jenderal Bintang 2 guna membedah materi yang sangat krusial:
“Sinergi Polri dan Pers Menjaga Keamanan Siber dan Menangkal Disinformasi di Wilayah Perbatasan”.
Ingatlah rekan-rekan jurnalis sekalian, kita berada di wilayah beranda depan negara ini! Di batas laut yang rawan konflik informasi global, kolaborasi antara pers yang kompeten dan aparat keamanan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban mutlak. Pers adalah benteng pertahanan terakhir kedaulatan informasi bangsa!
Pesan saya kepada para peserta UKW KJK – UPN Veteran Yogyakarta, ikuti ujian ini dengan mental petarung yang tak kenal surut, jaga integritas sedalam-dalamnya di dalam hati, dan buktikan kepada dunia bahwa wartawan Kepulauan Riau adalah jurnalis yang kompeten, tangguh, beretika, dan berkelas!
Pena kalian adalah senjata suci untuk meluruskan yang bengkok dan menyuarakan yang bungkam! Dengan memohon rida Allah SWT, mari kita buka hati dan pikiran kita untuk mengikuti UKW ini. Selamat berjuang, para penjaga kebenaran!
