Polisi Akan Tindak Tegas Imigran yang Berkendara di Bintan

Polres Bintan menegaskan akan menindak para imigran yang berkendara di wilayah kerja. Hal itu menyusul banyaknya laporan masyarakat yang mengeluhkan persoalan itu.

Kasatlantas Polres Bintan AKP Kartijo mengaku apabila pihaknya ketemu dengan Imigran Bhadra Resort yang berkendara di jalanan akan ditindak tegas. Karena itu jelas sebuah pelanggaran.

ADVERTISEMENT

“Kita punya Undang-Undang Lalulintas Nomor 22 Tahun 2009. Mereka boleh gunakan motor tapi harus ada SIM Internasional. Kemudian diketahui oleh wikayah hukum (wilkum) Indonesia khususnya Bintan. Tetapi kalau tidak ada maka itu sudah jelas pelanggaran dan akan kita tindak,” ujarnya, kemarin.

Pihaknya juga sudah menegaskan kepada seluruh anggota Satlantas Polres Bintan jika ketemu orang Imigran Bhadra yang bawa kendaraan langsung ditindak dan ditahan motornya. Lalu kasih mereka surat tilang.

Namun untuk surat tilang ini ada batasannya. Yaitu jika mereka sudah mengikuti sidang dan membayar denda maka kendaraan itu boleh diambil kembali.

“Tapi jika nampak mereka bawa kendaraan lagi maka akan kita tilang lagi. Seterusnya akan begitulah,” katanya.

Dirinya juga sudah berkoordinasi dengan Imigrasi dan UNHCR ternyata imigran tidak boleh mengendarai kendaraan di negeri ini tanpa ada dokumen resmi. Namun untuk bersepeda mereka diperbolehkan.

Apabila mereka mau berpergian mereka bisa manfaatkan jasa tukang ojek. Seperti yang terjadi di Kota Batam. Para imigran menggunakan jasa gojek untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Tidak boleh membeli atau menyewa motor sehingga mereka berkendara dengan bebas. Lebih baik ngojek saja dan tukang ojeknya kan bisa dari warga setempat Ini juga bisa menjadi lapangan kerja baru bagi warga setempat,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Kartijo juga menegaskan kepada masyarakat tidak menyewakan kendaraan kepada imigran. Karena itu memicu banyaknya imigran yang bebas berkendara di Kabupaten Bintan maupun Tanjungpinang.

“Ingat jangan sampai kita razia motor imigran ternyata motor itu punya warga setempat. Lalu merengek-rengek belas kasihan agar motornya dilepas polisi. Saya tidak mau dengar itu lagi,” ucapnya.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement
advertisement