Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 21 Jan 2023 15:13 WIB

Angka Kemiskinan di Kepri Terendah ke-6 Se-Indonesia


					Ilustrasi- kemiskinan. Foto: Istimewa/Net Perbesar

Ilustrasi- kemiskinan. Foto: Istimewa/Net

Angka kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau dilaporkan mengalami penurunan. Hal ini membuat Kepri menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah ke-6 se Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Kepri pada September 2022 sebesar 6,03 persen. Angka tersebut menurun 0,21 persen dibandingkan Maret 2022 sebesar 6,24 persen.

ADVERTISEMENT

Dari itu, diketahui bahwa jumlah penduduk miskin di Kepri pada September 2022 sebanyak 148,89 ribu orang, turun 2,79 ribu orang dari Maret 2022.

Angka kemiskinan di Kepri ini juga berada dibawah angka kemiskinan nasional sebesar 9,57 persen.

Asisten II Pemprov Kepri Bidang Ekonomi Pembangunan, Luki Zaiman Prawira, menyebutkan pihaknya terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan pengendalian inflasi melalui operasi pasar.

“Selain itu, kita juga terus berikan perlindungan sosial melalui bansos, ada juga subsidi bunga UMKM dan bantuan transportasi laut untuk siswa,” kata Luki.

Selain itu, ia menilai, penciptaan lapangan kerja yang layak serta perbaikan standar pengupahan juga dibutuhkan untuk memperkuat daya beli masyarakat guna menyambut ketidakpastian ekonomi ke depan.

Menurutnya, peningkatan level pendapatan masyarakat juga dapat membantu menurunkan kemiskinan atau mencegah munculnya orang miskin baru.

Luki menyebutkan, upaya perbaikan pendapatan itu lebih dibutuhkan di sektor informal ketimbang formal. karena jumlah orang miskin yang bekerja di sektor informal lebih banyak.

ADVERTISEMENT

Seiring dengan itu, upaya untuk mengendalikan inflasi agar tetap stabil dan rendah serta kebijakan perlindungan sosial yang berkelanjutan harus terus dijalankan sebagai bantalan sosial bagi warga rentan.

“Dibandingkan upah minimum yang berlaku di sektor formal, kebijakan yang fokus pada sektor informal akan memberi dampak lebih berarti, seperti bantuan bagi usaha mikro dan kecil atau bantuan bagi petani dan nelayan,” sambung Luki.

Terakhir, lanjut Luki, juga diperlukan menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat miskin dan rentan. Untuk itu, kata dia, pemerintah akan terus melanjutkan program bansos serta menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Jelang Idul Adha 1445 H, Pedagang Sapi di Karimun Mulai Banjir Pesanan

22 Mei 2024 - 14:52 WIB

IMG 20240521 114434 11zon

DPC APMIKIMMDO Karimun Terima Bantuan Bibit dan Pakan Ikan Budidaya dari Bupati Rafiq

8 Mei 2024 - 16:59 WIB

IMG 20240508 WA0015 11zon

Ekonomi Kepri Triwulan I-2024 Melambat, Tumbuh 5,01 Persen

7 Mei 2024 - 10:33 WIB

Ilustrasi Ekonomi Kepri

Ikuti Rakor Inflasi bersama Kemendagri, Inflasi di Tanjungpinang Peringkat 8 Terendah Se-Sumatra

6 Mei 2024 - 18:31 WIB

IMG 20240506 WA0025

April 2024, Inflasi Tanjungpinang Terendah Ke-8 se-Sumatra

2 Mei 2024 - 18:37 WIB

5 1000 × 800 piksel 5

Peringati May Day, Bupati Bintan Tekankan Pentingnya Kompetensi Buruh Mendorong Ekonomi

2 Mei 2024 - 07:24 WIB

IMG 20240501 WA0046 11zon
Trending di Ekonomi Bisnis