Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 24 Agu 2022 08:08 WIB

Ansar Instruksikan Seluruh Daerah Gelar Operasi Pasar untuk Tekan Inflasi


					Ilustrasi UMKM. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Ilustrasi UMKM. Foto: Ismail/kepripedia.com

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menginstruksikan seluruh kabupaten/kota untuk mengadakan operasi pasar guna menanggulangi kenaikan inflasi pangan di wilayahnya.

Menurut Ansar, langkah tersebut merupakan langkah jangka pendek tingkat inflasi terutama di wilayah Batam dan Tanjungpinang bisa dikendalikan.

ADVERTISEMENT

“Jadi operasi pasar ini lebih fokus kita lakukan di sumber perhitungan BPS dan sumber yang memang selama ini produksi kecil tetapi konsumennya banyak,” ucap saat rapat bersama Bank Indonesia perwakilan Kepri dan OPD terkait di Ruang Rapat Utama Lantai 4 Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/8).

Ia menerangkan, Batam dan Tanjungpinang menjadi daerah prioritas untuk dilakukan operasi pasar, mengingat penduduk di kedua kota tersebut cukup besar. Namun, Suplai bahan pangannya masih bergantung dari daerah lain.

Maka dari itu, operasi pasar yang digelar nantinya harus benar-benar menyediakan komoditas yang memang mempengaruhi inflasi pangan.

“Kita harus benar-benar melakukan perhitungan agar operasi pasar yang digelar nantinya berjalan efektif untuk menurunkan harga pangan,” kata Ansar. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, saat ini inflasi di Kepri pada bulan Juli 2022 sebesar 0,61 persen. Lebih tinggi dibandingkan inflasi Juli 2021 sebesar 0,43 persen.

Sementara, tingkat inflasi Kepri Januari-Juli 2022 sebesar tercatat 4,38 persen, lebih besar dibandingkan inflasi tahun 2021 sebesar 0,62 persen.

Kemudinan, tingkat inflasi tahun ke tahun Juli 2022 terhadap Juli 2021 sebesar 6,09 persen, lebih besar dibandingkan 2021 terhadap 2022 sebesar 2,06 persen.

ADVERTISEMENT

Adapun komoditas peyumbang terbesar inflasi pada bulan Juli di Kepri adalah cabe merah, minyak goreng dan cabe rawit.

Oleh karena itu, Ansar mengimbau masyarakat memberdayakan pekarangan rumah untuk dimanfaatkan menanam beberapa bahan pangan pokok seperti cabe. Karena, swasembada bahan pangan di Kepri dapat dicapai apabila masyarakat juga ikut berdaya menanam di rumah. 

“Khusus untuk tanaman yang jangka waktu tanamnya pendek, kita bisa menggandeng PKK Kepri dengan dasawismanya untuk bisa menanam di perkarangan,” tuturnya. 

ADVERTISEMENT

Selain itu, Ansar juga mengingatkan, kepada daerah-daerah yang lahan pertaniannya terbatas untuk diberikan bantuan penyediaan bahan pangan dari daerah lain.

“Contohnya Tanjungpinang, karena lahan pertanian di Tanjungpinang terbatas maka bisa dibantu dari lahan pertanian di Bintan yang luas lahannya,” gagas Gubernur Ansar. 

Yang terpenting, menurut Gubernur Ansar adalah jangan sampai terjadinya over supply atau kelebihan ketersediaan terhadap suatu bahan bangan pokok yang justru membuat harga barang tersebut menjadi jatuh.

ADVERTISEMENT

Harga ikan yang selalu berfluktuasi juga menjadi perhatian Gubernur Ansar. Dirinya menilai kelompok nelayan perlu dibantu untuk meningkatkan tangkapan produksi ikan-ikan yang terjangkau oleh konsumsi masyarakat, seperti ikan tamban dan ikan benggol. 

“Nelayan-nelayan trawl itu kita akan tertibkan tidak boleh dibawah 30 mil, yang kedua dimana lokus-lokus kegiatan penangkapan ikan yang bisa meningkatkan produksi mereka, apa yang mereka butuhkan kita bantu itu,” kata Gubernur Ansar. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2022 menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memperkuat sinergi di pusat dan daerah. Berkaitan dengan hal ini, Presiden Republik Indonesia memberikan 5 (lima) arahan dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan, sehingga mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional.

Arahan pertama yaitu memperkuat identifikasi sumber tekanan inflasi di daerah dengan memanfaatkan data makro dan mikro serta data detail; Kedua, memperluas kerja sama antardaerah (KAD) guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antarwilayah. TPIP dan TPID perlu mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit serta menjadi fasilitator untuk mendorong kerja sama antardaerah dalam pengendalian inflasi.

Lalu yang ketiga, menurunkan biaya transportasi dengan memanfaatkan fasilitasi distribusi perdagangan antardaerah; Keempat, mengoptimalkan penggunaan anggaran belanja tidak terduga untuk mendukung upaya pengendalian inflasi daerah; Kelima, mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, berkaitan dengan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang sudah diberikan kewenangan oleh Mendagri. Gubernur Ansar mengaku akan menyiapkan skema penggunaan BTT tersebut secara mendalam terlebih dahulu. 

“Kita pelajari dulu secara seksama kewenangan pengguna BTT ini, kita tidak mau setelah digunakan hasilnya tidak efektif untuk mengendalikan inflasi,” katanya. 

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Harga Beras Premium di Tanjungpinang Naik

22 Februari 2024 - 07:59 WIB

IMG 20240220 WA0005 11zon

6 Sektor Industri di Batam yang Tumbuh Signifikan di Tahun 2023

13 Februari 2024 - 12:18 WIB

ILUSTRASI PELAWA 664x498 11zon

Warga Batam Wajib Tau! Segini Biaya Parkir Terbaru di Batam

1 Februari 2024 - 13:23 WIB

IMG 20240201 WA0029 11zon

BP Batam Gandeng Swasta Kelola Parkir Pelabuhan Domestik

1 Februari 2024 - 13:09 WIB

IMG 20240201 WA0028 11zon

BPR Karimun Re-Branding Nama, Unggulkan Program Kurda Segmentasi UMKM

24 Januari 2024 - 12:07 WIB

IMG 20240124 WA0009 11zon

Tahun Ini, Retribusi Tera dan Tera Ulang di Bintan Gratis

20 Januari 2024 - 12:27 WIB

IMG 20240119 WA0008 11zon
Trending di Ekonomi Bisnis