Menu

Mode Gelap

Warta · 3 Jan 2022 11:55 WIB ·

Banjir Tahun Baru di Batam, hingga Renggut Nyawa Anak 8 Tahun


 Ilustrasi meninggal dunia. Foto: Shutterstock.
Perbesar

Ilustrasi meninggal dunia. Foto: Shutterstock.

ADVERTISEMENT
advertisement

Kondisi cuaca sejak memasuki awal tahun 2022 di Kota Batam, Kepulauan Riau, terbilang ekstrem. Hujan yang terus mengguyur menyebabkan terjadinya banjir disejumlah wilayah. Bahkan, banjir yang ditimbulkan merenggut nyawa seorang bocah berusia 8 tahun bernama Berliano Baihaqi.

Bocah malang itu merupakan yang berdomisili di Perumahan Puri Banana Indah, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Batam.

Hary Syafri, orang tua Baihaqi, menyebutkan kejadian nahas berawal hujan mengguyur kota Batam dari pagi hingga malam tiba pada Jumat (31/12) sehingga membuat perumahan mereka terkena banjir.

“Saya ditelpon oleh anak, rumah yang satu lagi tak jauh dari tempat tinggal saya masuk air (banjir) yang membuat lampu mati,” katanya pada kepripedia, Senin (3/1).

ADVERTISEMENT
advertisement

Awalnya ia memilih tidak pergi ke rumah anak yang pertama itu karena tempat tinggalnya juga mengalami hal serupa. Namun, sang istri meminta dirinya untuk menyalakan lampu rumah anaknya tersebut.

“Sudah dua kali istri saya suruh pergi bantu hidupkan lampu rumah anak saya. Akhirnya, saya bergegas ke kediamannya,” bebernya.

ADVERTISEMENT

Namun beberapa menit kemudian sang istri mengabarkan bahwa Haqi tak sadarkan diri usai terkapar sendiri di dekat garasi mobil genangan air di depan rumah.

Diduga, korban memegang salah satu besi di garasi mobil, ada aliran arus listrik. Ketika kejadian ibu korban sedang di rumah, korban ditemukan terkapar sendiri.

“Saya langsung pulang dan membawa ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong lagi,” kata dia.
Esok harinya jenazah bocah itu langsung dikebumikan di Sei Temiang Kecamatan Sekupang. Pelayat ramai berdatangan ke rumah duka.

ADVERTISEMENT

Insiden ini menjadi cerita sendiri bagi kerabat korban. Sebab, satu hari sebelum kejadian korban yang akrap disapa Haqi dibawa oleh keluarga ke Kavling Lama, Sagulung untuk bermain.

“Baru kemarin Haqi bermain di rumah sekarang sudah tidak adalagi anak kami ini anak yang baik dan pintar,” kata Misnah seorang kerabat seraya berlinang air mata.

“Semoga almarhum husnulkhatimah dan diampuni dosanya oleh Allah Swt,” tambah dia.

ADVERTISEMENT

Terpisah, Ketua RT 007 Sani, membenarkan kawasannya kerap banjir terjadi namun tidak separah beberapa waktu lalu. Ia menduga air masuk akibat saluran drainase di seputar Bukit Sakina dan Puri Mas serya Puri Mas jebol yang membuat air meluap.

“Tempat saya biasa banjir nggak parah banget, tapi kali ini air setinggi lutut dewasa masuk ke perumahan. Ini karena jebol bendungan utama,” kata dia.

Sebelumnya, peristiwa banjir memang kerap dialami. Namun kali ini adalah yang terparah. Dahulu bahkan warga dan pihak kecamatan turun gotong-royong bersama membuat tangkal benteng.

ADVERTISEMENT

“Benteng mengunakan karung yang isi tanah, saya pikir tak bertahan lama, jadi saya berinisiatif timbun sendiri mengunakan alat berat,” kata dia.

“Jadi yang nggak kena timbun sama saya itulah yang jebol saluran sekarang,” imbuh dia.

Akibat kejadian banjir tersebut Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Camat Batu Aji langsung gerak cepat menanggapi peristiwa tersebut.

“Sudah datang pak wali meninjau dan juga nanti kata pak Wali akan ada evaluasi agar tidak terjadi lagi banjir,” terang dia.

Menurut Son, warga sekitar, lokasi yang dihuninya itu acap kali dilanda banjir ketika hujan turun, pemicunya disebut-sebut terkait gorong-gorong yang kecil membuat volume air tak sanggup menampung.

ADVERTISEMENT
advertisement

Sebenarnya, kata dia, permasalahan gorong- gorong sudah ada pembahasan tempo dulu oleh salah satu caleg saat itu berkunjung ke kawasan perumahan dan berjanji untuk memperbaiki.

“Saya dapat informasi perbaikan gorong di kawasan itu tidak pernah terealisasi. “Ini banjir sudah yang ke dua kali, namun yang parah baru tahun ini,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah memperhatikan masyarakat sekitar dengan cara melakukan evaluasi saluran drainase di perumahan agar peristiwa nahas tersebut tidak terulang lagi.

“Kebetulan pemukiman warga tak jauh dari bukit. Gorong-gorong kecil volume air tidak tertampung meluap ke pemukiman warga,” ucap dia.

Di lain sisi, Wali Kota Batam Muhammad Rudi langsung cepat tanggap terkait banjir melanda sejumlah kota Batam. Ia turun ke lokasi bersama jajaran untuk mencari akar penyebab terjadi banjir.

Seusai turun ke titik-titik banjir Rudi lalu mengumpulkan jajaran dan mencari solusi agar mencegah penyebab terjadi banjir tak terulang kembali.

“Sudah tiga hari ini pak Wali turun ke lapangan untuk menyelesaikan banjir di Batam, khusus di wilayah Sagulung,” tulis Camat Sagulung Hafiz Rozie dalam kanal media sosialnya.

Dengan curahan hujan yang cukup tinggi dan ditambah pasang air laut naik. Wilayah Sagulung memiliki elevasi tanah rendah dari permukaan laut yang membuat genangan air di beberapa titik.

“Kita imbau warga untuk tetap waspada dan awasi anak-anak jangan bermain di dekat saluran drainase atau parit,” kata dia lagi.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 39 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Pemkab Bintan Alokasikan Rp 1,082 Miliar untuk Program RTLH Tahun Ini

29 Juni 2022 - 21:09 WIB

KPU Kepri Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024

29 Juni 2022 - 20:05 WIB

Batam Belum Terapkan Pembelian Minyak Goreng Curah Gunakan PeduliLindungi

29 Juni 2022 - 18:32 WIB

DPC APDESI Lingga Periode 2022-2023 Dilantik

29 Juni 2022 - 13:07 WIB

15 Pejabat Struktural Badan Usaha di BP Batam Dilantik

29 Juni 2022 - 12:27 WIB

DPMPTSP Datangi Holywings Batam, Cek Izin

28 Juni 2022 - 22:58 WIB

Trending di Warta
advertisement