Karimun – Kontingen cabang olahraga (cabor) karate Kabupaten Karimun memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) 2026 yang akan berlangsung di Tanjungpinang.
Tim karate Karimun optimistis mampu membidik predikat juara umum dengan mengincar minimal lima medali emas dari 12 kelas yang diikuti.
Pelatih cabor karate Karimun, Ardinis, mengungkapkan rasa optimistisnya setelah melihat komposisi atlet yang dimiliki saat ini. Menurutnya, peta kekuatan Karimun jauh lebih solid dibandingkan pada Porprov 2022 lalu.
“Target kita pasti juara umum. Kalau kita lihat dari komposisi atlet, pada 2022 lalu ada beberapa atlet yang tidak bisa mewakili Karimun karena berkuliah di luar daerah. Alhamdulillah, tahun ini beberapa di antaranya sudah bergabung kembali,” ujar Ardinis di sela-sela pelaksanaan Pemusatan Latihan (TC), Senin, 26 Oktober 2026.
Kembalinya para atlet andalan tersebut menjadi amunisi segar bagi Karimun.
Pasalnya, mereka merupakan deretan karateka penyumbang medali emas terbanyak yang pernah membawa Karimun menjadi juara umum di cabor karate pada edisi 2018 lalu dengan perolehan 7 medali emas.
Ardinis berharap, kejayaan masa lalu itu dapat terulang kembali pada ajang Porprov Kepri 2026 di Tanjungpinang.
“Harapan kami, dengan kembalinya mereka, sejarah manis dulu bisa terulang kembali. Bicara emas, target minimal kita lima medali emas dari 14 kelas yang dihitung,” tegasnya.
Pada ajang Porprov Kepri 2026 kali ini, kontingen karate Karimun menurunkan sebanyak 16 atlet yang akan berlaga di 12 kelas pertandingan.
Mengenai peta persaingan, Ardinis menilai Kota Batam masih menjadi lawan terberat yang harus diwaspadai. Gambaran ketatnya persaingan tersebut sudah terlihat sejak ajang Pekan Olahraga Daerah (Popda) lalu.
“Kalau melihat pemetaan kekuatan, kita pasti bersaing ketat dengan Kota Batam. Contoh di Popda kemarin, meski karate masih eksibisi, perolehan angka kita kejar-kejaran dengan Batam,” kata Ardinis.
Meski begitu, ia menekankan pentingnya evaluasi atas beberapa kesalahan teknis di masa lalu, terutama terkait fokus atlet saat melakoni laga krusial di babak final.
“Kemarin ada sedikit mis pada pelaksanaan final. Kita sudah unggul, tapi justru kecolongan karena pelanggaran. Hal-hal seperti ini yang kita perbaiki secara intensif dalam masa persiapan ini agar tidak terulang lagi,” tutupnya.