BIA 2026 Batam: 202 Inovasi Bersaing, Amsakar Achmad Luncurkan Batam Policy Lab

Batam — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tak ingin inovasi di lingkungan pemerintahannya sekadar jadi gagasan di atas kertas atau kemeriahan acara belaka. Baginya, inovasi harus punya ujung yang jelas: manfaat nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu ia sampaikan saat membuka Puncak Penganugerahan Batam Innovation Award (BIA) 2026 sekaligus meluncurkan Batam Policy Lab di Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

Di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta aparatur Pemko Batam, Amsakar menekankan bahwa cara kerja lama sudah tidak memadai untuk menjawab tuntutan pelayanan publik di era digital.

“Di era saat ini, tanpa inovasi kita akan sangat lambat dan tidak responsif. Kerja berorientasi inovasi inilah yang memberikan nilai tambah serta efisiensi nyata bagi pelayanan masyarakat. Inovasi yang diciptakan pun harus berdampak positif untuk masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, ia mengingatkan para penerima penghargaan agar tidak berhenti setelah menerima trofi. Inovasi, kata dia, harus terus dimodifikasi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara konsisten.

“Jangan sampai inovasi hanya berhenti pada saat menerima penghargaan. Setelah ini harus terus dimodifikasi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara konsisten sehingga benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.

Dorong Semangat Berprestasi ASN

Amsakar menilai penguatan inovasi dalam tata kelola pemerintahan dan digitalisasi pelayanan publik turut mendukung capaian pembangunan Kota Batam. Ia menyebut kemudahan layanan investasi, optimalisasi pendapatan daerah melalui tapping box, hingga digitalisasi perizinan lewat Indonesia Batam Online Single Submission (I-Boss) sebagai bagian dari upaya tersebut.

Hasilnya, menurut Amsakar, realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai sekitar Rp35 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama disebut mencapai 7,25 persen.

ADVERTISEMENT

Ia berharap ajang BIA 2026 mampu menyebarkan semangat Need for Achievement (n-Ach) atau motivasi berprestasi ke seluruh jajaran ASN Pemko Batam.

“Dengan kerja cerdas dan kolaborasi bersama Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat, Batam siap membawa inovasi daerah ini bersaing di tingkat nasional,” kata Amsakar.

Partisipasi Peserta Melonjak

ADVERTISEMENT

Kepala Brida Kota Batam, Efrius, melaporkan bahwa partisipasi peserta BIA 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini tercatat 202 inovasi dari 180 pengusul, sedangkan pada 2025 hanya 118 inovasi dari 78 pengusul.

“Rincian partisipan tahun ini terdiri atas 32 perangkat daerah, 22 UPTD, 24 SMP, 24 SD, dan enam kelurahan, yang terbagi dalam 106 inovasi berbasis digital serta 96 inovasi nondigital. Seluruh karya inovasi ini juga akan dibukukan dalam Buku Kumpulan Inovasi Jilid 2,” jelas Efrius.

Penguatan budaya inovasi juga terlihat dari keikutsertaan Kota Batam pada Innovative Government Award (IGA) 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri. Jumlah inovasi yang didaftarkan Batam melonjak menjadi 154 inovasi, dari sebelumnya hanya 41 inovasi.

ADVERTISEMENT

Penilaian BIA 2026 melibatkan dewan juri independen dari unsur akademisi dan instansi, yakni Ira Warnaini (Bapperida Provinsi Kepulauan Riau), Sri Langgeng Ratnasari (Universitas Riau Kepulauan), Hertianti (Universitas Ibnu Sina), Bambang Satriawan (Universitas Batam), Andi Triwinarko (Politeknik Negeri Batam), dan Happy Hepri Ariyanto (Universitas Internasional Batam).

Para Pemenang BIA 2026

BIA 2026 memperlombakan tujuh kategori. Berikut daftar pemenangnya:

Kategori Inovasi Digital Terbaik:
– Juara 1: Badan Pendapatan Daerah Kota Batam — eBPHTB 2.0: Pengelolaan BPHTB Terintegrasi untuk Peningkatan Layanan Pajak
– Juara 2: UPT Puskesmas Sei Lekop — PANTURA SEHARI
– Juara 3: UPT Puskesmas Tiban Baru — KONSER DIVA
– Juara Harapan 1: UPT Puskesmas Baloi Permai — Bunda SMART Baper

Kategori Inovasi Non-Digital Terbaik:
– Juara 1: SMP Negeri 12 Batam — PREMIS (Program Tahfidz Berprestasi dengan Moderasi di Sekolah Negeri)
– Juara 2: UPT Puskesmas Sei Lekop — KUFAS TUNTAS
– Juara 3: SMP Negeri 3 Batam — AKSARA (Aktivitas Kreasi Sains Asyik Ramah Anak)
– Juara Harapan 1: Badan Pendapatan Daerah Kota Batam — SI BIJAK GO!

Kategori OPD Terinovatif:
– Juara 1: Badan Pendapatan Daerah Kota Batam
– Juara 2: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam
– Juara 3: Kecamatan Nongsa
– Juara Harapan 1: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Batam

Kategori UPT Terinovatif:
– Juara 1: UPT Puskesmas Lubuk Baja
– Juara 2: UPT Puskesmas Sekupang
– Juara 3: UPT Puskesmas Tiban Baru
– Juara Harapan 1: UPT Puskesmas Sei Lekop

Kategori Kelurahan Terinovatif:
– Juara 1: Kelurahan Kampung Pelita
– Juara 2: Kelurahan Rempang Cate
– Juara 3: Kelurahan Baloi Permai
– Juara Harapan 1: Kelurahan Sungai Panas

Kategori SMP Terinovatif:
– Juara 1: SMP Negeri 29 Batam
– Juara 2: SMP Negeri 20 Batam
– Juara 3: SMP Negeri 12 Batam
– Juara Harapan 1: SMP Negeri 3 Batam

Kategori SD dan TK Terinovatif:
– Juara 1: SD Negeri 006 Batu Aji
– Juara 2: SD Negeri 009 Sungai Beduk
– Juara 3: SD Negeri 005 Nongsa
– Juara Harapan 1: SD Negeri 012 Sekupang

Pada kesempatan yang sama, Pemko Batam meluncurkan Batam Policy Lab, inovasi tata kelola nonstruktural yang diprakarsai Brida Kota Batam. Lab ini menjadi wadah perumusan kebijakan berbasis riset dan data terpadu.

Acara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan dana pembinaan kepada para pemenang. Masing-masing kategori memperoleh dana pembinaan sebesar Rp10 juta untuk juara I, Rp8 juta untuk juara II, Rp6 juta untuk juara III, dan Rp4 juta untuk juara harapan I.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article