Menu

Mode Gelap

Warta · 24 Des 2021 11:05 WIB ·

BP2MI Minta Insiden Kapal TKI yang Terbalik di Perairan Malaysia Didalami Tuntas


 BP2MI saat melakukan konfrensi pers. Foto; Ist/kepripedia.com Perbesar

BP2MI saat melakukan konfrensi pers. Foto; Ist/kepripedia.com

Kapala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Irjen Pol, Achmad Kartiko, meminta insiden terbaliknya kapal pengangkit Pekerja Migran Indonesia (PMI) diduga ilegal yang terbalik di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia didalami secara tuntas.

Achmad mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberantas mafia perdagangan manusia tersebut agar kejadian serupa tak kembali terjadi.

“Jadi kita bersama-sama memberantas seluruh jaringan mafia migran Ilegal ini yang dimulai dari hulu. Tujuannya agar tidak ada lagi pekerja migran masuk ke luar negeri secara ilegal,” sebutnya.

Pihaknya akan mengindentifikasi setiap warga yang akan bekerja ke luar negeri memastikan mereka memiliki dokumen secara resmi bukan dokumen bodong.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Kita imbau warga yang kerja keluar negeri agar dapat mengikuti prosedur yang secara resmi. Jika ada indikasi terlibat tekong atau calo dalam proses rekrutan segera laporkan ke pihak berwajib,” imbau dia.

Dia juga memastikan kasus yang menelan korban jiwa ini diungkap terang benderang dengan membentuk tim khusus. Tentunya agar hal-hal demikian tidak kembali terjadi.

ADVERTISEMENT

“Sehingga kasus ini dapat dibongkar penempatan ilegal PMI dari laut dan jalur lain,” terang dia.

Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri, Menlu RI dan Kapolda Kepri yang telah bekerja dan mendukung proses pemulangan jenazah hingga berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kasatgas Ops Misi Brigjen, Krishna Murti, saat konferensi pers pemulangan jenazah korban kapal terbalik tersebut menegaskan jika akan mengungkap dibalik peristiwa nahas tersebut dengan melakukan investigasi lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

“Kita sedang upaya keras untuk ungkap peristiwa tersebut secara bersama sama,” tegas dia.

Tim Kemenlu RI, Yudhi Ardian dari Direktorat Perlindungan WNI, menyebutkan, pihaknya sejak awal telah melakukan upaya bantuan perlindungan terhadap seluruh korban.

“Sejak peristiwa ini kita telah lakukan upaya koordinasi dua negara untuk pemulangan korban jenazah,” kata dia.

ADVERTISEMENT

Menurutnya peristiwa tersebut menjadi cermin adanya kepentingan kedua negara sangat terasa dalam penanganan peristiwa ini.

Untuk ke depan, lanjutnya, pihaknya akan mendorong kerja sama dua negara secara bilateral untuk memastikan bahwa tidak ada lagi tragedi serupa.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 280 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Salurkan Bantuan untuk Mubaligh se Kepri, Masing-masing Rp 1 Juta

4 Desember 2022 - 15:58 WIB

Hasil Visum Pemilik Kartu Pers yang Tewas Tergantung di Batam: Tidak Ada Tanda Kekerasan

4 Desember 2022 - 14:13 WIB

Sepanjang 2022, 36 Ribu Lahan di Kepri Selesai Disertifikasi

4 Desember 2022 - 13:35 WIB

Seorang Pelajar di Karimun Meninggal Terseret Arus Parit

3 Desember 2022 - 22:29 WIB

Limbah Minyak Cemari Wilayah Tanjunguncang Batam

3 Desember 2022 - 22:14 WIB

Sejumlah Wilayah Batu Aji Terendam Banjir

1 Desember 2022 - 23:02 WIB

Trending di Warta
advertisement