Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 26 Apr 2022 19:26 WIB

BPOM Sita Puluhan Suplemen Tak Berizin di Batam


					BPOM saat konferensi pers pengungkapan kasus suplemen tanpa izin edar. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

BPOM saat konferensi pers pengungkapan kasus suplemen tanpa izin edar. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Batam menyita puluhan suplemen kesehatan yang biasa digunakan para olahragawan untuk membentuk body saat fitnes di Ruko FF Royal Sincom Batam Center Kota Batam milik berinisial DS yang sudah dijadikan tersangka.

Kepala BPOM Kepri, Bagus Heri Purnomo,  menjelaskan, penindakan tersebut dilakukan pada 23 Maret 2022 oleh Petugas POM dan CPNS Polda serta Denpom.

ADVERTISEMENT

“Kita amankan inisial DS yang melakukan tindak pidana di bidang obat dan makanan yaitu menjual atau mendistribusikan produk suplemen dan pangan tambahan yang mengandung protein tinggi yang biasa digunakan oleh olahragawan di tempat-tempat gym atau fitness untuk memperbesar ototnya,” ujar Bagus Heri Purnomo, pada awa media di Kantor BPOM Kepri, Nongsa Batam, Rabu (26/4) 

Dijelaskannya, pada saat didatangi petugas, di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan suplemen kesehatan tanpa izin edar sebanyak 44 item senilai RP 247 juta.

“Kita menemukan 22 item suplemen sebanyak 533 pis, dan 41 item bahan olahan sebanyak 244 pis dengan jumlah total 777 pis bernilai Rp 247 juta,” jelas Bagus.

Dia menuturkan, DS dinyatakan bersalah dikarenakan sudah melanggar aturan, di antaranya tidak memiliki izin edar atau ilegal, tidak ada logo SNI (Standar Nasional Indonesia) dan SI (Standar Internasional) karena produk tersebut didatangkan dari negara Singapura.

” Produk tersebut tanpa izin edar tentunya penggunaan atau mengkonsumsi produk suplemen atau pangan olahan dengan protein tinggi tanpa pengawasan dan berlebihan bisa menimbulkan gangguan kesehatan dengan efek samping antara lain yaitu mual dan muntah, hingga dapat menyebabkan sakit kepala, kerusakan ginjal dan meningkatkan resiko osteoporosis,” ujar Bagus.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka DS sudah menjalankan bisnis ilegalnya selama dua tahun. 

“DS sudah ada unsur kesengajaan karena dia tahu mana produk yang terdaftar dan mana yang tidak. Bisa dikatakan toko milik DS sebagai distributor,” terang Bagus.

ADVERTISEMENT

Ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu ingat cek kemasan, cek label izin edar, dan cek kadaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan obat dan makanan. 

” Pastikan kemasan dalam kondisi baik dan memiliki izin edar Badan POM,” pesan Bagus. 

Akibat perbuatannya, kata dia, tersangka dijerat pasal 60 angka 10 tentang perubahan pasal 197 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan junto pasal 106 ayat 1 dan ayat 2 undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman sanksi pidana minimal maksimal manfaat maksimal 15 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 1,5 miliar.

ADVERTISEMENT

Maksud pasal 64 poin ke 21 tentang perubahan pasal 142 undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan contoh undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta kerja dengan ancaman sanksi pidana maksimal 2 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 4 miliar. 

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Keluarga Mendiang Halimah hingga Kini Belum Terima Hasil Autopsi

29 Februari 2024 - 10:06 WIB

IMG 20240219 WA0015 11zon

Keluarga Halimah Diperiksa POM TNI AD Karimun Selama 3 Jam, Didampingi Kuasa Hukum

29 Februari 2024 - 07:32 WIB

IMG 20240229 WA0001 11zon

Sindikat Curanmor di Tanjungpinang Diringkus Polisi

26 Februari 2024 - 13:46 WIB

IMG 20240226 112753 241 11zon

Kasus Kematian Janda Muda di Karimun Dilimpahkan ke Polisi Militer

24 Februari 2024 - 10:34 WIB

IMG 20240220 WA0001 11zon

Satgas Anti Mafia Bola Polri Serahkan 4 Tersangka Judi Online ke Kejari Batam

22 Februari 2024 - 17:51 WIB

Tersangka judi online bola diserahkan ke Kejari Batam

3 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal Ditetapkan DPO, Ini Ciri-cirinya

22 Februari 2024 - 16:33 WIB

2 dari 3 DPO pelaku pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia
Trending di Hukum Kriminal