Menu

Mode Gelap

Warta · 25 Apr 2022 21:42 WIB ·

BPOM Tanjungpinang Awasi Makanan yang Beredar saat Ramadhan dan Lebaran


 Loka POM Tanjungpinang melakukan pengawasan makanan selama Ramadhan. Foto: Istimewa Perbesar

Loka POM Tanjungpinang melakukan pengawasan makanan selama Ramadhan. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungpinang melakukan intensifikasi pengawasan peredaran produk pangan olahan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) di Tanjungpinang selama Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah.

Hasilnya, BPOM menemukan 72 item produk pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE) dan 1 item produk yang kedaluwarsa. 

ADVERTISEMENT
advertisement

Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM), Rai Gunawan, setelah mendapatkan produk TIE dan kedaluwarsa, pihaknya langsung menurunkan produk tersebut dari display dan dimusnahkan di Gudang Barang Bukti Loka POM di Kota Tanjungpinang.

“Penjual juga dilakukan pembinaan agar tidak menerima/menjual produk yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK),” ujarnya, Senin (25/4).

ADVERTISEMENT
advertisement

Selain itu, lanjutnya, dari hasil pengawasan pangan berbuka puasa (takjil ramadhan) menunjukkan dari 383 pangan berbuka puasa diambil sampling dan pengujian dengan Rapid Test Kit, diketahui seluruh sampel Memenuhi Syarat (MS).

“Artinya tidak ditemukan sampel takjil ramadhan yang mengandung bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dijelaskan Rai, adapun target utama pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (kemasan penyok, bocor, kaleng berkarat, dll). Pengawasan dilakukan pada sarana distribusi pangan, mulai dari importir/distributor, toko, supermarket, hypermarket, pasar tradisional, para pembuat atau penjual parsel,  serta pangan berbuka puasa.

Pelaksanaan intensifikasi pengawasan juga dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang. 

“Intensifikasi pengawasan pangan dilakukan dalam 6 tahap dimulai dari  28 Maret sampai 6 Mei 2022,” katanya.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, pihaknya senantiasa mengawal keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat di Kota Tanjungpinang. Salah satunya dengan melakukan upaya pendampingan kepada pelaku usaha agar pelaku usaha menghasilkan produk obat dan makanan yang aman, berkhasiat/ bermanfaat, bermutu dan berdaya saing.

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya produk pangan yang Tidak Memenuhi Ketentuan selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah .

“Masyarakat sebagai konsumen juga harus memiliki kesadaran untuk memilih produk pangan yang aman, ingat selalu Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) ketika akan membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan dalam kemasan,” demikian Rai.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 50 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Bawaslu Lingga Gelar Sosialisasi Undang-undang Pemilu 2024

5 Juli 2022 - 23:30 WIB

SMAN 1 Batam Umumkan Kelulusan PPDB, 288 Siswa Diterima

5 Juli 2022 - 20:51 WIB

Rutan Tanjungpinang Kembali Buka Jam Besuk Bagi Anggota Keluarga

5 Juli 2022 - 20:34 WIB

Penyebaran Hewan Kurban di Tanjungpinang Diperketat, Sapi Diperiksa Sebelum Dijual ke Masyarakat

5 Juli 2022 - 20:20 WIB

Lapas Perempuan Batam Kembali Buka Kunjungan Tatap Muka

5 Juli 2022 - 13:14 WIB

HUT ke 76 Bhayangkara, Bupati Rafiq Beri Penghargaan ke Polres Karimun

5 Juli 2022 - 12:37 WIB

Trending di Warta
advertisement