Menu

Mode Gelap

Buzz · 2 Jun 2022 12:47 WIB ·

Cegah Stunting, Sebelum Menikah Pasangan Wajib Periksa Kesehatan


 Kepala BKKBN Kepri Rohina. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Kepala BKKBN Kepri Rohina. Foto: Ismail/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Dalam upaya mencegah penyakit stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri mewajibkan pasangan calon pengantin melakukan pemeriksaan kesehatan tiga bulan sebelum menikah.

Kepala BKKBN Kepri, Rohina, mengungkapkan program ini merupakan upaya pemerintah dalam mengentaskan stunting di seluruh daerah. Dengan memeriksakan kesehatannya, akan terdeteksi permasalaan kesehatan yang diderita calon ibu sebelum menikah.

Dan jika ditemukan kondisi kesehatan yang masih belum optimal dan berpotensi menyebabkan kelahiran anak stunting, maka bisa dilakukan pendampingan sejak dini sampai yang bersangkutan siap memulai program kehamilan dan memiliki anak.

“Sehingga, kelahiran anak dengan kondisi stunting bisa dicegah,” ucapnya usai kegiatan pengukuran Kepala BKKBN Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (1/6).

ADVERTISEMENT
advertisement

Ia menjelaskan, program tersebut ditujukan untuk memeriksa kelayakan calon ibu yang sudah merencanakan kehamilan. Karena, kondisi calon ibu yang kurang sehat juga akan membuat pertumbuhan pada kandungan ibu menjadi tidak subur dan berpotensi melahirkan bayi dalam keadaan stunting.

Melalui pemeriksaan tiga bulan sebelum menikah itu, para calon ibu akan mendapatkan pendampingan untuk melakukan skrining kesehatan melalui pemeriksaan cek darah, mengukur lingkar lengan atas serta mengukur tinggi dan juga berat badan.

ADVERTISEMENT

“BKKBN Pusta sudah bekerjasama dengan Kemenag RI dalam pelaksanaan program ini. Sementara di daerah kita akan segera berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag setempat,” ungkap Rohina.

Kendati demikian, lanjut Rohina, para calon pengantin juga tidak perlu khawatir karena hasil dari pemeriksaan kesehatan, tidak menjadi syarat boleh tidaknya menikah, apalagi jika dalam waktu dekat sudah berencana untuk menikah.

“Kita periksa, kalau hasilnya bagus ya nikah, kalau hasilnya tidak bagus ya nikah juga. Hanya saja yang hasilnya tidak bagus kita kasih pendampingan supaya anaknya sehat,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, ketika anak lahir dalam kondisi stunting maka akan menjadi beban seumur hidup. Sebab, pertumbuhannya tidak akan normal dan rentan terkena penyakit, seperti diabetes, jantung, dan lain sebagainya.

Menurutnya, ada dua faktor utama penyebab anak stunting, yakni kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi saat hamil dan menyusui saat seribu hari pertama kehidupan. Kemudina, faktor lingkungan yang kurang sehat

“Harapan kita semua para ibu bisa memerhatikan kesehatan dan gizi bayi dan balita. Sebab, ketika ada bayi dibawah 2 tahun yang stunting, masih bisa disembuhkan, tapi ketika sudah 2 tahun keatas sudah tidak bisa lagi,” tutur Rohina.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyebut tantangan utama yang dihadapi dalam pencegahan stunting di wilayah Kepri adalah wilayah yang didominias Kepulauan. Karena menurutnya, faktir utama stunting berkaitan dengan pendidikan dan ekonomi.

“Itu juga yang akan kita identifikasi terlebih dahulu. Untuk memasifkan sosialisasi kita juga akan berdayakan posyandu, serta menindaklanjuti kerjasama dengan Kemenag untuk persyaratan sehat sebelum menikah,” demikian Ansar.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 41 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Keutamaan Bulan Muharram dan Amalannya

30 Juli 2022 - 09:42 WIB

Tarif Airport Tax Sejumlah Bandara Naik, Ini Daftarnya

19 Juli 2022 - 21:25 WIB

Telkom Bangun SKKL Bifrost Jakarta-Balikpapan-Manado-Amerika

24 Juni 2022 - 14:13 WIB

Foto Estetik Pulau Sumatera dari Luar Angkasa Jepretan Astronot NASA

18 Juni 2022 - 13:50 WIB

Mengenal Omi, Aplikasi Kencan Asal Singapura yang Dilengkapi AI

18 Juni 2022 - 13:08 WIB

Pentingnya Migrasi TV Analog ke Digital

16 Juni 2022 - 20:56 WIB

Trending di Buzz
advertisement