Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 25 Jul 2023 12:35 WIB

Dalam 2 Bulan, Polda Kepri Ungkap 31 Kasus TPPO, 52 Orang Tersangka


					Polda Kepri rilis ungkap kasus TPPO. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Polda Kepri rilis ungkap kasus TPPO. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sepanjang Juni hingga Juli 2023. 

Kapolda Kepri, Irjen Pol Tabana Bangun, menyebut 52 orang ditetapkan tersangka dalam kasus TPPO. Sebanyak 31 kasus yang telah diungkap jajaran Polda Kepri. 

ADVERTISEMENT

Dengan rincian Polresta Barelang 19 kasus, Polairud 5, Dirkrimmum 4 kasus Polresta Tanjungpinang 1 kasus Polres Bintan 1 kasus dan Polres Karimun 1 kasus.

“Jadi yang paling banyak diungkap satu setengah bulan ini oleh Polresta Barelang,” ungkap Irjen Pol Bangun dalam jumpa pers di Mapolda Kepri, Senin (24/7). 

Dalam 31 kasus ini, polisi menyelamatkan sebanyak 130 orang calon pekerja migran Indonesia PMI. Mereka sudah dipulangkan ke daerah asal. 

“Korban diimingi berangkat ke luar negeri tanpa prosedur dengan gaji dan tunjangan besar,” ujarnya. 

“Modus tersangka mengajak para korban calon PMI untuk berangkat ke luar negeri tanpa prosedur ketenagakerjaan dan gaji yang besar,” tambah dia. 

Terungkapnya sindikat TPPO ini terlepas dari koordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Divhubinter Polri dan instansi terkait lainnya dalam melakukan pencegahan, penanganan maupun tindakan hukum.

“Ini bentuk kerja sama Polda Kepri dengan instansi terkait, melakukan pencegahan dan penanganan supaya tidak ada lagi korban TPPO,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

Di tempat yang sama Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menambahkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dalam pencegahan kepada masyarakat untuk bekerja ke luar negeri sesuai peraturan perundang-undangan. 

“Polda Kepri mengimbau kepada masyarakat agar memastikan penyedia jasa tenaga kerja apakah terdaftar dan memiliki izin resmi, jangan mudah diiming-imingi dengan jumlah gaji yang besar serta jika ingin bekerja di luar negeri agar melalui proses dan prosedur yang benar guna mendapatkan perlindungan hukum secara penuh,” imbuh dia. 

Atas perkara di atas tersangka dikenakan  dengan Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan Undang-Undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Kapal Berbendera Singapura Ditangkap di Perairan Kepri, Selundupkan Sabu 106 Kg

18 Juli 2024 - 19:30 WIB

Konferensi pers penangkapan kapal penyelundup sabu sabu

Butuh Uang Bayar Kos, Pria di Lingga Nekat Bobol Konter HP

18 Juli 2024 - 19:15 WIB

Pelaku saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polsek Daik Lingga

Bejat, Pria di Lingga Cabuli Anak Tiri Saat Penghuni Rumah Tidur

18 Juli 2024 - 18:59 WIB

Ilustrasi pencabulan

Penipu Modus Lowongan Kerja di Bintan Dibekuk Polisi

15 Juli 2024 - 10:53 WIB

IMG 20240715 104847 11zon

Pelaku Penipuan Janjikan Pekerjaan di Bintan Ditangkap Polisi, Korban Bayar Jutaan Rupiah

15 Juli 2024 - 09:28 WIB

WhatsApp Image 2024 07 14 at 20.39.52

Polisi Ringkus 4 Pelaku Pengeroyokan: Salah Satu Pelaku Wanita Pesanan Korban

9 Juli 2024 - 11:18 WIB

IMG 20240709 WA0017 11zon
Trending di Hukum Kriminal