JAKARTA – Sebuah prestasi nasional kembali menghampiri Bupati Bintan, Roby Kurniawan. Pada Senin, 10 Oktober 2025 malam, di Studio 1 Kompas TV, Tanah Abang, Jakarta, pria yang kerap disapa Bupati Roby itu menerima Anugerah Cita Negeri kategori “Cita Daerah Sehat dan Sejahtera”.
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, ini bukan sekadar piala, melainkan pengakuan atas komitmen dan terobosan nyata dalam membangun layanan kesehatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Bintan.
Dalam ajang bergengsi yang turut menghadirkan kabupaten/kota lain seperti Jember, Morowali, dan Tarakan tersebut, Bupati Roby menegaskan bahwa penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh “super team” Pemkab Bintan dan masyarakat.
“Alhamdulillah, satu lagi pengakuan secara nasional kita dapatkan. Ini untuk seluruh jajaran dan masyarakat Bintan, hasil dari super team yang luar biasa. Ini juga bukan akhir, melainkan penambah semangat untuk terus berinovasi melahirkan program-program serta kebijakan yang langsung berdampak kepada masyarakat,” ungkap Roby dengan semangat, usai menerima penghargaan.
Baca Juga
Kunci Keberhasilan: Akses Kesehatan Tanpa Batas
Pencapaian Bintan ini berakar pada program-program yang memastikan akses kesehatan gratis berjalan berkelanjutan.
Data berbicara cukup jelas: melalui kepesertaan BPJS Kesehatan yang ditanggung penuh oleh pemkab, Universal Health Coverage (UHC) Bintan telah melesat hingga 96,58% di tahun 2024, mencakup 28.000 jiwa. Target di tahun 2025 bahkan lebih ambisius, dengan 35.000 jiwa yang akan ter-cover, mendongkrak UHC ke level 98,68%.
Di lapangan, komitmen ini diterjemahkan dengan sangat sederhana: warga Bintan bisa berobat gratis hanya dengan menunjukkan Kartu Keluarga (KK) atau KTP Bintan.
Layanan ini dapat diakses di seluruh Puskesmas se-Bintan dan diperkuat dengan kolaborasi lima rumah sakit, mulai dari RSUD Bintan, RSUD RAT Tanjungpinang, hingga rumah sakit di Batam dan Singkawang, Kalimantan Barat.
Hingga September 2025, Puskesmas di Bintan telah melayani 31.490 pasien, melanjutkan tren positif dari 51.394 pasien yang dilayani sepanjang 2024. Sementara, layanan di lima rumah sakit rujukan telah menjangkau 2.054 pasien di tahun 2024 dan 883 pasien hingga triwulan ketiga 2025.
Inovasi yang Menyentuh: Dari Antar Jemput Pasien hingga Rumah Singgah
Namun, yang membedakan Bintan adalah kemampuannya mendengar celah-celah masalah dan meresponsnya dengan solusi yang humanis. Salah satu terobosan yang paling disorot adalah layanan antar jemput pasien pasca rawat inap.
Terinspirasi dari fakta bahwa hampir 60% pasien RSUD Bintan tidak memiliki kendaraan pribadi, Bupati Roby menggagas layanan mobil non-ambulans gratis untuk mengantar pasien pulang. Sejak diluncurkan, lebih dari 500 pasien telah merasakan manfaat layanan yang pertama di Provinsi Kepri ini.
Inovasi lain yang lahir dari semangat “tidak ada warga Bintan yang ditinggalkan” adalah Rumah Singgah Rujukan Luar Daerah. Bagi warga Bintan yang harus berobat jauh ke Jakarta atau Singkawang (terutama masyarakat Pulau Tambelan), pemkab menyediakan rumah singgah dengan fasilitas lengkap dan gratis.
Tak sekadar tempat tinggal, inovasi ini juga menyediakan petugas, sopir, ambulans, hingga konsumsi untuk pasien dan pendamping. Setiap tahunnya, ratusan warga terbantu dan bisa lebih fokus pada proses pengobatan tanpa dibebani biaya akomodasi.
Tidak Hanya Kesehatan: Jaring Pengaman Sosial yang Meluas
Anugerah Cita Negeri juga mengapresiasi upaya menciptakan lingkungan bersih dan sehat yang berkelanjutan. Bupati Roby memahami bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari tingkat kepuasan dan kenyamanan hidup masyarakat.
Oleh karena itu, komitmennya tak berhenti pada kesehatan. Pada tahun ini saja, jaminan sosial diperluas cakupannya. BPJS Ketenagakerjaan diberikan kepada 2.769 pekerja rentan (petani, buruh, pedagang kaki lima, hingga tukang ojek). Tak ketinggalan, 2.304 pekerja sosial keagamaan seperti Guru Ngaji, Imam Masjid, dan Mubaligh, serta 1.375 nelayan juga mendapat perlindungan yang sama.
“Semua program-program yang ada memang berangkat dari kondisi lapangan yang berbasis pada asas kebutuhan. Bintan fokus menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif, humanis dan gratis bagi seluruh warganya. Muara akhirnya berada dalam tekad ‘Bintan Sehat Untuk Semua’,” pungkas Bupati Roby, menutup perbincangan dengan tekad yang membara.
Penghargaan Anugerah Cita Negeri dari Kompas TV ini bukanlah garis finis. Ia adalah penanda kilometer bahwa langkah Bupati Roby Kurniawan dan segenap masyarakat Bintan dalam membangun daerah yang sehat dan sejahtera telah berada di jalur yang tepat.
Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa dengan inovasi dan kepedulian, layanan kesehatan yang berkualitas dan merata bukanlah sekadar cita-cita, tetapi sebuah keniscayaan yang dapat diwujudkan.
