Data 4.877 Guru di Batam Dimutakhirkan, Pemkot Siapkan Kebijakan Pemerataan Tenaga Pendidik

BATAM — Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra terus mematangkan sektor pendidikan. Langkah terbaru, pemetaan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan digencarkan demi pemerataan tenaga pendidik di seluruh sekolah.

Kegiatan silaturahmi bersama guru dan tenaga kependidikan digelar di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (5/8/2026). Acara itu dihadiri 648 aparatur sipil negara (ASN) sektor pendidikan dari Kecamatan Sekupang. Mereka terdiri atas 255 pegawai negeri sipil (PNS) dan 393 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

ADVERTISEMENT

Wali Kota Amsakar Achmad mengatakan, pertemuan itu bukan sekadar ajang silaturahmi. Lebih dari itu, ia menyebut ini adalah proses verifikasi dan validasi data untuk melihat kondisi riil tenaga pendidik di Batam.

“Dari pendataan ini kita mengetahui kondisi riil guru di Batam sebagai dasar menyusun kebijakan ke depan,” ujar Amsakar didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

Menurut data yang dihimpun pemerintah, jumlah guru dan tenaga kependidikan di Batam saat ini mencapai 4.877 orang. Mereka tersebar di 12 kecamatan dengan status PNS maupun PPPK. Dari angka itu, tenaga pendidik berstatus PPPK tercatat lebih banyak ketimbang PNS.

Amsakar menyebut data tersebut akan menjadi pijakan utama dalam merumuskan berbagai kebijakan pengelolaan sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru. Amsakar menilai peran mereka berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Batam. Hal itu terbukti dari lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam. Pada 2024, IPM berada di angka 83,3 dan naik menjadi 83,8 pada 2025.

“Kalau mutu pendidikan kita baik, tentu karena guru-gurunya hebat. Karena itu, pembangunan SDM menjadi prioritas, termasuk melalui program seragam sekolah gratis dan beasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menjelaskan alasan di balik validasi data. Menurutnya, langkah ini ditempuh setelah pemerintah menerima laporan dari sejumlah kepala sekolah soal kekurangan tenaga pendidik di beberapa satuan pendidikan.

ADVERTISEMENT

“Hasil penelusuran menunjukkan jumlah guru cukup besar, tetapi komposisi PPPK lebih banyak. Sementara guru ASN yang pensiun belum sepenuhnya tergantikan, sehingga sejumlah sekolah masih kekurangan tenaga pendidik,” jelasnya.

Li Claudia menambahkan, data yang akurat mengenai status kepegawaian, persebaran guru, hingga masa pensiun sangat diperlukan. Tanpa data yang valid, kebijakan yang diambil dikhawatirkan tidak tepat sasaran.

Ia memastikan bahwa setelah data dimutakhirkan, pihaknya akan membawa persoalan kebutuhan guru di Batam kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Kami akan mencari solusi bersama,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, melaporkan bahwa proses validasi dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan. Sebelumnya, verifikasi telah berjalan di Kecamatan Batuampar dan Batam Kota. Kini giliran Sekupang, dan akan menyusul kecamatan lainnya.

Secara keseluruhan, rincian 4.877 ASN di sektor pendidikan Kota Batam adalah sebagai berikut:
– PNS: 1.778 orang, terdiri dari 1.755 guru dan 23 tenaga kependidikan.
– PPPK: 3.099 orang, terdiri dari 2.767 guru dan 332 tenaga kependidikan.

ADVERTISEMENT

Melalui pemutakhiran data ini, Pemerintah Kota Batam berharap dapat menyusun kebijakan yang lebih akurat dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Langkah ini sekaligus menjadi upaya serius meningkatkan kualitas layanan pendidikan demi mewujudkan sumber daya manusia unggul di Kota Batam.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article