Di Jemaja, Tiang yang Lapuk Diganti, Kepercayaan yang Kokoh Dibangun

Anambas – Di antara gemuruh ombak Selat Tambelan dan rintik hujan yang sesekali turun, sebuah aksi gotong royong sederhana di Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, menyimpan makna jauh lebih dalam daripada sekadar perbaikan fisik.

Senin, 5 Januari 2025 pagi itu, Bhabinkamtibmas Polsek Jemaja, bersama pemerintah desa dan warga, bahu-membahu mengganti tujuh batang tiang kayu pondasi rumah yang telah lapuk dan membahayakan.

ADVERTISEMENT

Rumah itu adalah milik Ibu Azizah (70), seorang warga lanjut usia yang tinggal di kawasan kepulauan terpencil di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan yang kerap menghadirkan keterbatasan, ancaman bahaya dari rumah yang tidak lagi kokoh menjadi beban tersendiri. Namun, hari itu, kepedulian datang menyapa.

“Kami merasa tidak sendiri. Polisi datang bukan hanya sebagai petugas, tetapi juga dengan kepedulian dan ketulusan untuk membantu kami yang sedang membutuhkan,” ujar salah seorang warga yang turut membantu, mencerminkan rasa haru yang terlihat jelas di wajahnya dan warga lainnya.

Aktivitas sejak pagi itu berjalan penuh keakraban. Tak ada sekat formalitas antara seragam polisi dan warga. Mereka saling menyelipkan kayu, menguatkan pondasi, dan berbagi cerita.
Suasana hangat gotong royong itu mengaburkan batas antara penegak hukum dan yang dilindungi. Di Pulau Jemaja, polisi hadir sebagai bagian dari keluarga besar warga.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., melalui Kapolsek Jemaja, AKP Aang Setiawan, S.H., menegaskan bahwa aksi ini adalah manifestasi nyata komitmen Polri.

“Bhabinkamtibmas didorong untuk tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial warga di wilayah binaannya. Kehadiran yang bermanfaat adalah esensi dari pelayanan kami,” jelas AKP Aang.

Aksi bakti sosial ini memang lebih dari sekadar program. Ia adalah simbol transformasi peran polisi di mata masyarakat, khususnya di daerah terpencil.

ADVERTISEMENT

Bhabinkamtibmas tidak lagi sekadar mata dan telinga untuk keamanan, melainkan telah menjadi tangan yang siap mengulurkan bantuan, serta jembatan yang memperkuat ikatan emosional antara institusi dan warga.

Ketika tujuh tiang pondasi yang baru telah tertanam kokoh menggantikan yang lapuk, yang terbangun bukan hanya keamanan bagi Ibu Azizah. Yang menguat adalah fondasi kepercayaan. Kepercayaan bahwa di balik seragam, ada hati yang berempati. Bahwa di tengah kesulitan, masyarakat tidak sendirian.

Kegiatan itu pun berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, namun rasanya masih terus berlanjut. Suasana penuh kebersamaan dan senyum kepuasan itu menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum yang humanis dimulai dari kepedulian yang tulus.

ADVERTISEMENT

Di Pulau Jemaja, polisi telah membuktikan bahwa tugas mulia mereka tidak berhenti pada penindakan, tetapi merambah pada pengabdian yang menyentuh hati, satu tiang, satu rumah, satu kehidupan pada suatu waktu.


Penulis: | Editor: Redaksi


TAGGED:
Share This Article