Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 15 Mei 2022 11:44 WIB ·

Ekonomi Kepri Mulai Tumbuh, Pemprov Usulkan Perluasan KEK


 KEK Galang Batang di Pulau Bintan. Foto: kek.go.id Perbesar

KEK Galang Batang di Pulau Bintan. Foto: kek.go.id

ADVERTISEMENT
advertisement

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mendorong agar percepatan pertumbuhan ekonomi tahun ini terus meningkat seperti Tahun-tahun sebelum terjadi pandemi COVID-19.

Menurutnya, saat ini ekonomi Kepri sudah mulai bertumbuh ke arah yang positif sesuai dengan data BPS yang menunjukkan angka pertumbuhan ekonimi 2,83 persen pada Triwulan I 2022. 

“Saya kira ini awal yang sangat baik, harapan kita terus bertumbuh dan meningkat ke arah positif kedepan,” ungkapnya di Tanjungpinang.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus mendorong perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sejumlah daerah untuk percepatan investasi. Seperti yang telah ada di sejumlah wilayah investasi di Batam, yakni Batam Aero Technic (BAT), Nongsa Digital Park, pengembangan bandara.

ADVERTISEMENT
advertisement

Kemudian, KEK yang diusulkan Pulau Pengalap yang berada di kawasan Galang, Batam untuk menjadi KEK pariwisata. Kemudian, Pulau Asam di Kabupaten Karimun untuk menjadi KEK oil tanking. Selanjutnya, KEK Tanjung Sauh yang merupakan pulau besar yang menjadi penghujung jembatan Batam-Bintan. Lalu, ada KEK kesehatan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam di Sekupang serta beberapa kawasan lainnya yang sedang diinventarisasi dari sisi nilai ekonominya.  

“Ini terus kita dorong, karena kawasan ekonomi khusus akan mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi,” ujar Ansar. 

ADVERTISEMENT

Ansar menjelaskan, dengan perluasan KEk di sejumlah daerah akna banyak investasi yang akan masuk ke Kepri, sehingga berdampak pada besarnya kebutuhan tenaga kerja, sehingga lapangan pekerjaan akan terbuka lebar. Selain itu, juga akan terbuka peluang-peluang berusaha sebagai dampak domino meningkatnya ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, Gubernur mengingatkan kabupaten/kota agar tidak mempersulit izin-izin investasi di daerah. Dengan mempermudah kepastian hukum yang lebih jelas, sehingga tidak membuat enggan investor membuka usaha di daerah.

“Ini penting buat kita, permudah izin-izin Investasi dengan kepastian hukum yang lebih jelas. Sebab, setiap pertumbuhan investasi, maka terjadi peluang kebutuhan kerja,” pesannya. 

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, BPS mencatat ekonomi Kepri pada triwulan I tahun 2022 bertumbuh 2,83 persen. Capaian itu sudah sangat baik, sebab dari catatan BPS, sejak tahun 2018 lalu pada triwulan I seringkali terjadi perlambatan ekonomi.

Ditambah lagi mewabahnya pandemi COVID-19 pada 2020, ekonomi Kepri jatuh hingga menyentuh angka minus 1,19 persen.

“Untuk Triwulan I 2022 ini pertumbuhan ekonomi Kepri sudah jauh lebih baik,” sebut Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 24 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Harga Sayur Kangkung di Batam Anjlok hingga Rp 2 Ribu per Kilogram

19 Mei 2022 - 22:36 WIB

Harga Daging Ayam Potong di Bintan Capai Rp 47 Ribu

19 Mei 2022 - 14:25 WIB

Kelompok Budidaya dan Peternak Binaan PT SIKY Panen 1.000 Ekor Ikan

16 Mei 2022 - 14:04 WIB

Telkom Jadi BUMN Pertama yang Peroleh Sertifikasi Great Place to Work

15 Mei 2022 - 12:40 WIB

Kredivo Ambil Peran dalam World Economic Forum

13 Mei 2022 - 10:00 WIB

Perkuat Bisnis B2B IT Digital Services, Telkom Indonesia Sertakan Modal ke TelkomSigma

13 Mei 2022 - 08:52 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement