Oleh:Raihan Saputra
Bangsa yang besar lahir dari penghormatan terhadap ilmu dan para pengajarnya
Guru memiliki peran sangat penting dalam kehidupan kita. Dari seorang yang tidak tahu apa-apa, kita bisa menjadi tahu dan paham itu karena berkat bimbingan guru. Namun, tugas guru bukan hanya sekedar mengajakan ilmu pengetahuan saja. Guru juga membentuk karakter murid, mengubah dari yang kurang baik menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam dunia pendidikan, ada tiga aspek dasar yang harus dipenuhi: kognitif (ilmu pengetahuan), afektif (etika dan sikap), serta psikomotorik (keterampilan). Ketiga aspek ini harus berjalan seimbang. Jika tidak terpenuhi salah satunya, pendidikan bisa dianggap tidak utuh. Di sinilah peran guru menjadi sangat penting, ia dituntut untuk mengajarkan ilmu, membentuk karakter, dan membimbing murid untuk menerapkan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga
Peran Guru di Masa Kejayaan Islam
Sejarah mencatat bahwa Islam pernah mencapai masa kejayaannya, terutama pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah. Pendidikan, ilmu pengetahuan, dan peradaban berkembang sangat pesat kala itu. Salah satu faktornya adalah penghormatan tinggi terhadap guru dan ulama.
Khalifah Harun Ar-Rasyid misalnya, memberikan gaji besar kepada para guru sekitar 200 dinar per bulan atau setara 850 gram emas per bulannya. Ia juga mendirikan perpustakaan besar bernama Khizanah Al-Hikmah, yang menjadi pusat penerjemahan karya-karya ilmu dari berbagai bahasa ke bahasa Arab.
Kemudian anaknya, Khalifah Al-Ma’mun, melanjutkan warisan itu dan mengubah nama perpustakaan tersebut menjadi Baitul Hikmah. Dari sinilah ilmu sains, astronomi, dan filsafat berkembang pesat. Bahkan karya-karya Aristoteles juga berawal dari perpustakaan ini.
Pada saat dunia Barat masih berada dalam masa renaissance (masa kegelapan atau masa kebangkitan eropa), dunia Islam justru bersinar karena menjunjung tinggi ilmu dan guru.
Mengapa Guru Adalah Kunci Kemajuan Bangsa?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas guru adalah faktor utama dalam menentukan kemajuan pendidikan suatu negara. Kurikulum dan anggaran pendidikan tidak akan berarti jika tidak ditunjang oleh kualitas pengajaran yang baik. Guru adalah kunci dari semua itu.
Eric Hanushek, ahli ekonomi dari Amerika Serikat, menunjukkan bahwa peningkatan mutu guru, yang diukur dari dampak pada capaian belajar muridnya, memiliki nilai ekonomi yang besar. Ketika keterampilan dasar penduduk naik, maka pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) jangka panjang terdongkrak secara signifikan. Artinya, investasi pada guru bukanlah pengeluaran melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Menghargai Profesi Guru Menjadikan Negara Maju
Beberapa negara maju telah membuktikan bahwa menghargai guru membawa dampak besar pada kemajuan mereka.
Singapura, hanya menerima 30% lulusan terbaik universitas untuk menjadi guru. Mereka wajib mengikuti pelatihan profesional minimal 100 jam per tahun. Gaji awal guru setara dengan insinyur, yakni SGD 3.500–4.000 atau sekitar Rp 40–45 juta.
Malaysia, mendorong digitalisasi pembelajaran dan memberi tunjangan khusus bagi guru berprestasi melalui program “Guru Cemerlang.” Gaji guru rata-rata mencapai RM 3.000–4.000 (Rp 10–13 juta).
Thailand menghadapi tantangan distribusi guru di daerah terpencil, namun tetap memberikan subsidi dan beasiswa agar calon guru berminat mengajar di sana. Rata-rata gaji guru sekitar THB 25.000 (Rp 11 juta).
Sementara itu, Indonesia masih tertinggal. Guru ASN mendapat penghasilan yang cukup, namun masih banyak guru honorer yang belum sejahtera. Pemerintah sudah mulai meningkatkan tunjangan, tetapi distribusinya belum merata. Ini menjadi PR besar bagi bangsa kita untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru.
Guru adalah Penjaga Peradaban
Dari sejarah Islam hingga negara-negara maju hari ini, kita belajar bahwa bangsa yang besar lahir dari penghormatan terhadap ilmu dan para pengajarnya.
Guru bukan sekadar penyampai materi Pelajaran, mereka adalah penjaga ilmu dan peradaban. Maka sudah sepatutnya profesi ini dihormati dan dihargai. Ketika guru dimuliakan, masyarakat akan menaruh respek, dan anak-anak muda akan lebih tertarik untuk menjadi guru yang berdampak.
Jika kita ingin bangsa ini maju, mulailah dari memuliakan mereka yang mendidik generasi penerusnya, yakni guru.
Sumber:
Risda Sofa, Jurnal Keislaman “Kejayaan Pendidikan Islam Pada Masa Khalifah Harun Ar-Rasyid” Kumparan.com
