Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 6 Jan 2022 15:10 WIB ·

Harga Bahan Pangan di Batam Naik Awal Tahun, Warga Menjerit


 Ibu-ibu berbelanja di pasar Fanindo Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Ibu-ibu berbelanja di pasar Fanindo Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Memasuki awal tahun 2020, sejumlah bahan pangan di pasar tradisional mengalami kenaikan signifikan di Kota Batam. Kenaikan ini pun dikeluhkan kelompok emak-emak yang saban hari ke pasar membeli kebutuhan pokok.

Seperti Desmi, warga Sagulung, menuturkan bahwa harga telor per papan mencapai Rp 72 ribu hingga yang kualitas ke dua Rp 60 ribu per papan. Menurutnya, harga ini naik tajam sejak memasuki tahun baru 2022 hingga sekarang.

“Gila naiknya, kemarin hanya Rp 40 per papan dan dijual satu butir hanya Rp 1.500 ribu saja. Ini per butir menjadi Rp 2.000,” ucap Desmi, Kamis (6/1).

Selain telor, komoditi lain seperti cabai rawit juga mengalami kenaikan dari harga biasa harga cabai rawit kampung Rp 70.000 ini cabai rawit biasa perkilonya Rp 58.000.

ADVERTISEMENT
advertisement

Berbeda dengan cabai merah keriting, harganya saat ini terbilang turun, jauh dari harga sebelumnya yang dibanderol Rp 54.000. Saat ini cabai merah keriting dijual pedagang perkilogramnya Rp 48.000.

Selain itu, kata dia, harga minyak goreng juga belum ada yang turun. Di pasar Fanindo masih dikisaran Rp 22.000 per liter. Padahal informasinya pasokan minyak goreng masih stabil alias cukup.

ADVERTISEMENT

“Ini harga cabai naik, minyak goreng serta ikan segar pun langka di pasar dijual. Jadi yang ada ikan hanya ayam aja,” terang dia.

Senada juga disampaikan Retno, pedagang pasar di Fanindo Batam. Ia menyebutkan kenaikan harga sejumlah  komoditi sudah terjadi sejak memasuki pergantian tahun baru 2022 lalu.

“Sedikit naik, tapi kalau minyak goreng sudah lama naik. Ikut harga nasional,” kata Retno. 

ADVERTISEMENT

Dikutip laman kumparan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam hal ini Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan, mengatakan sejumlah bahan pokok yang sempat dikeluhkan mahal seperti minyak goreng sampai telur ayam akan turun setelah tahun baru 2022.

Sementara untuk komoditi cabai, Oke Nurwan mengatakan harganya akan mulai normal kembali pada bulan Februari 2022, hal itu karena musim panen cabai terjadi pada bulan Februari mendatang.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 208 kali

Penulis: | Editor: Hasrullah


Tetap terhubung dengan kami:

Baca Lainnya

Telkom Dukung Akselerasi Digital Sektor Peternakan dengan Platform Antares

1 Desember 2022 - 23:16 WIB

Bank Indonesia Beberkan Langkah untuk Dongkrak Ekonomi Kepri

1 Desember 2022 - 15:12 WIB

UMP Kepri 2023 Naik 7,51 Persen, Jadi Rp 3.279.194

28 November 2022 - 21:14 WIB

DPRD Sahkan APBD Lingga 2023 Rp 946,6 Miliar, PAD Rp 66 Miliar

24 November 2022 - 11:14 WIB

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten Sehat dan Bisnisnya Sehat

23 November 2022 - 19:49 WIB

Lingga Punya Lahan Pertanian Baru di Singkep Barat Seluas 86 Hektare

23 November 2022 - 08:42 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement