Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 9 Jun 2023 09:41 WIB

Inflasi di Kepri Tetap Terkendali dan Terendah se- Sumatera pada Mei 2023


					Ilustrasi inflasi. Foto: investmentu.com Perbesar

Ilustrasi inflasi. Foto: investmentu.com

2 kota di Kepulauan Riau mengalami deflasi sebesar 0,26 persen (mtm) merupakan terendam se-Sumatera. Hal ini tercatat sejak April yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Wakil ketua TPID Provinsi Kepri Suryono menyebutkan, deflasi pada bulan Mei 2023 terutama didorong oleh kelompok transportasi khususnya penurunan tarif angkutan udara sejalan dengan normalisasi permintaan pasca arus mudik pada HBKN Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

Selain itu, deflasi juga bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau didorong oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan seperti cabai merah, bayam, dan kangkung karena ketersediaan pasokan yang terjaga, serta penurunan harga bensin nonsubsidi mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.

Beberapa komoditas pangan mengalami peningkatan harga terutama daging ayam ras, bawang putih, telur ayam ras, dan beras seiring dengan peningkatan permintaan dan keterbatasan pasokan karena belum memasuki masa panen raya.

“Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,25 persen (mtm) dan 0,27 persen (mtm). Dengan demikian, inflasi tahunan gabungan 2 kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau tercatat inflasi sebesar 2,99 persen (yoy) dan kembali dalam target kisaran inflasi nasional 3+1 persen,” kata Suryono, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/6).

Suryono menjelaskan, Inflasi yang terkendali tersebut merupakan hasil konsistensi, inovasi dan sinergi dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di level Provinsi maupun kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Pada bulan Mei 2023, TPID di berbagai daerah di Kepri melaksanakan upaya antara lain High Level Meeting dan pemantauan stok, harga dan kualitas bahan pangan di distributor dan pasar.

“Ketersediaan pangan yang terjangkau di pasar terus didorong salah satunya dengan mengoptimalkan produksi dari hasil panen lokal. Hal tersebut diterapkan antara lain melalui gerai pangan TPID Tanjungpinang dan koperasi mitra TPID di Kota Batam yang memasarkan aneka cabai dan sayuran produk petani anggota,” ungkap Suryono yang juga sebagai Kepala BI Kepri ini.

Disamping itu, lanjutnya, untuk mengoptimalkan data pangan dari berbagai instansi dalam pengambilan keputusan pengendalian inflasi, TPID tengah mengembangkan dashboard pemantauan data inflasi di Kota Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

Untuk mendorong keberlangsungan produksi, sinergi TPID telah melaksanakan pelatihan budidaya cabai dengan metode Produksi Lipat Ganda (Proliga) bekerja sama dengan Korem 033 Wira Pratama Kepulauan Riau, disertai dengan penyerahan bantuan teknis pertanian.

“Kedepan, TPID juga akan terus berupaya melakukan pengendalian inflasi dengan memperhatikan 4K yakni ketersediaan barang, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif,” pungkas Suryono.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Disperindag Karimun: 22.960 Tabung LPG 3 Kg Terus Didistribusikan ke Masyarakat

15 Juni 2024 - 14:39 WIB

IMG 20240615 WA0040 11zon

Menteri ESDM Pastikan Prospek PT Saipem Dukung Ekspansi Pengeboran Minyak dan Gas

14 Juni 2024 - 09:41 WIB

Point Blur May162024 132659 11zon

DKP Kepri Cabang Karimun Sediakan 1 Ton Ikan Gelar Bazar Murah

11 Juni 2024 - 12:40 WIB

IMG 20240611 WA0007 11zon

Warga Batam Wajib Pakai ‘Fuel Card’ Saat Isi BBM Pertalite, Catat Mulai Berlakunya!

5 Juni 2024 - 13:35 WIB

IMG 20240605 WA0010

Relaksasi HET Beras Premium dan Medium Terbaru, di Kepri Naik Segini

4 Juni 2024 - 10:11 WIB

Ilustrasi beras

Jelang Idul Adha 1445 H, Pedagang Sapi di Karimun Mulai Banjir Pesanan

22 Mei 2024 - 14:52 WIB

IMG 20240521 114434 11zon
Trending di Ekonomi Bisnis