Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 11 Nov 2022 21:48 WIB

Kapal Pembawa Ribuan Kayu Teki dari Batam ke Singapura Ditangkap Bea Cukai


					Penangkapan kapal bermuatan kayu teki di Batam. Foto: Dok BC Batam Perbesar

Penangkapan kapal bermuatan kayu teki di Batam. Foto: Dok BC Batam

Sebuah kapal bernama KM Sanjaya Putra ditangkap Bea Cukai Batam karena membawa ribuan batang kayu teki ke Singapura. 

Peristiwa penangkapan itu terjadi di wilayah perairan Batam pada Jumat (11/11). 

ADVERTISEMENT

“Kita dapat informasi bahwa kapal tersebut akan menyelundupkan kayu ke luar negeri tanpa dokumen,” ujar Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, M Rizki Baidillah Jumat sore.

Dijelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti oleh petugas patroli laut Bea Cukai. 

“Setelah olah informasi dan penyusunan strategi yang kita lakukan, Tim Patroli kami perintahkan untuk melakukan patroli di wilayah perairan Pulau Labon. Sekitar pukul 05.40 WIB terdapat kapal yang bergerak menuju Singapura kemudian langsung kami lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Dia menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan kapal dan dokumen, didapati kapal tersebut bernama KM Sanjaya Putra yang dinahkodai oleh HS. 

Kayu teki yang dibawa berasal dari Batam dengan tujuan Singapura tanpa dilengkapi dokumen Kepabeanan.

“KM Sanjaya Putra dan langsung disegel dan diamankan di Dermaga Tangkapan Bea Cukai Batam di Tanjung Uncang. Menurut pengakuan nahkoda, barang di kapal tersebut berupa 10.000 batang kayu teki, tetapi Bea Cukai Batam akan melakukan pencacahan untuk mengetahui jumlah pastinya,” tambah Rizki.

Dugaan awal tersangka diduga melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Pasal 102A.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu kayu teki merupakan barang larangan dan pembatasan sehingga tersangka juga terindikasi

melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 12 huruf (d) jo Pasal 83 huruf (a).

“Berdasarkan Undang-undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, kayu teki/ bakau merupakan tumbuhan yang dilindungi, pembalakan kayu tersebut secara ilegal dapat merusak ekosistem sekitar, sehingga kasus ini dapat dikategorikan sebagai upaya penyelundupan,” pungkas Rizki.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Pria Paruh Baya di Tanjungpinang Ditemukan Tewas dalam Ruko

18 Mei 2024 - 11:12 WIB

IMG 20240517 WA0054 11zon

Pria 35 Tahun di Karimun Ditangkap Polisi Usai Curi Sepeda Motor Tetangganya

16 Mei 2024 - 16:23 WIB

IMG 20240516 155213 11zon

Bocah 12 Tahun Curi Uang Imam dan Kotak Infak Masjid

15 Mei 2024 - 11:16 WIB

IMG 20240515 WA0015

KPK Periksa Dua Saksi di Bintan, Dugaan Korupsi Pemerasan Rutan

14 Mei 2024 - 18:46 WIB

Ilustrasi kpk

Mabuk Lem dan Bikin Resah Warga, 2 Pria di Karimun Diangkut Polisi

14 Mei 2024 - 10:55 WIB

IMG 20240514 WA0022 11zon

Terdakwa Penipuan dan Penggelapan di Batam Divonis Bebas, Sidang Berujung Ricuh

14 Mei 2024 - 09:50 WIB

WhatsApp Image 2024 05 13 at 22.39.08
Trending di Hukum Kriminal