Tanjungpinang – Kontingen Kabupaten Karimun sukses membuktikan ketangguhannya di arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) ke-VI Tahun 2026.
Berlaga di wall climbing Lapangan Pamedan, Kota Tanjungpinang, tim panjat tebing Karimun resmi keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi total 8 medali yang terdiri dari 4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Kemenangan makin terasa setelah perjuangan anak-anak asuh Karimun sempat diwarnai ketegangan menyusul dinamika alot dan ancaman pembatalan pertandingan.
Polemik tersebut mencuat akibat persoalan administrasi terkait atlet asal luar daerah yang diutus oleh Kota Batam.
Kendati sempat memanas, keputusan akhir memastikan cabang olahraga andalan ini tetap diselenggarakan secara sportif. Mental baja para atlet Karimun pun berbicara di atas dinding panjat.
Ketua KONI Karimun, Sri Rezeki, tak dapat menyembunyikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para atlet yang berani mendobrak segala rintangan demi mengharumkan nama daerah.
“Kami bersyukur anak-anak kami berani menunjukkan kemampuan mereka. Tidak sia-sia perjuangan kita untuk tetap menghadirkan panjat tebing di Porprov ini. Tentu anak-anak kami punya harapan yang nanti silahkan tanya ke mereka,” ujar Sri Rezeki usai pertandingan, Sabtu, 7 November 2026.
Ia merinci, dari arena Pamedan, kontingennya berhasil mengamankan 4 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Di balik keberhasilan ini, Sri Rezeki juga menitipkan pesan penting untuk masa depan pembinaan atlet, mengingat sebagian dari mereka akan segera menatap ajang O2SN Nasional.
“Setelah ini, kebetulan ada anak kami yang akan mengikuti O2SN Nasional. Untuk itu, harapan kami, kita bisa lebih memperhatikan atlet panjat tebing agar mereka bisa berlatih dengan fasilitas yang lebih memadai,” jelasnya.
Ia juga melontarkan motivasi kuat bagi para patriot olahraga Bumi Berazam agar tidak pernah gentar menghadapi tekanan mental maupun fisik di arena tanding.
“Motivasi kami, kalian anak Karimun jangan pernah merasa takut berhadapan dengan siapa pun. Harus tunjukkan anak Karimun itu hebat!,” tegas Sri Rezeki penuh semangat.
Pelatih panjat tebing Karimun, Ari Gustiyar, mengapresiasi kerja keras skuadnya yang mampu meredam tekanan psikologis di tengah polemik eksternal.
Namun, di balik trofi juara umum yang diraih, Ari melayangkan catatan serius terkait sarana dan prasarana latihan di daerah.
Ia berharap Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kepri serta Pemerintah Provinsi Kepri dapat memberikan perhatian nyata terhadap kondisi fisik sarana latihan di Karimun yang dinilai sudah termakan usia.
“Kami berharap agar FPTI Kepri dapat memberi bantuan berupa rehabilitasi wall panjat tebing di Karimun. Begitu juga Pemerintah Provinsi, supaya bisa memperhatikan sarana prasarana kami di Karimun yaitu wall panjat tebing yang memang sudah semakin tua. Jadi, kami minta ini supaya dapat diperbarui ke depan,” ungkap Ari.
Meski berlatih dengan fasilitas yang terbatas dan sempat diterpa prahara pembatalan, anak-anak Karimun nyatanya mampu memanjat dinding keraguan, menjawab ketegangan dengan prestasi nyata, dan pulang membawa kepala tegak sebagai penguasa baru tebing Porprov Kepri VI 2026.