Menu

Mode Gelap

Warta · 30 Des 2021 22:00 WIB ·

Kasus Narkoba Paling Banyak Ditangani Kejari Batam Sepanjang 2021


 Kepala Kejaksaan Negeri Batam bersama Kasi Intel saat paparkan capaian kinerja akhir tahun, Kamis (30/12). Foto: Zalfirega/kepripedia.com.
Perbesar

Kepala Kejaksaan Negeri Batam bersama Kasi Intel saat paparkan capaian kinerja akhir tahun, Kamis (30/12). Foto: Zalfirega/kepripedia.com.

ADVERTISEMENT
advertisement

Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menyebutkan bawah kasus yang paling banyak ditangani sepanjang tahun 2021 di Kota Batam didominasi kasus terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batam, Polin Oktavianus Sitanggang, pada awak media dalam rilis akhir tahun, di lantai tiga Kantor Kejaksaan Negeri Batam, Kamis (30/12).

“Tahun lalu perkara narkotika 117 kasus, sekarang tahun 2021 justru kasus narkotika meningkat saat pandemi,” ucap Polin.

Pada tahun 2021 ini tercatat hingga awal November, lanjut Polin, ada 73 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap alias inkrah. Semua telah diproses dan dilakukan eksekusi.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Jadi dari 73 kasus (yang inkrah), 14 di antaranya terpidana mendapat hukuman mati, satu diantaranya masih proses banding. Sisanya dapat hukuman ringan dan seumur hidup,” kata Polin.

Ia pun menegaskan, pihaknya akan lebih intensif dalam menangani kasus narkotika. Sebab, bagi Polin sendiri, hal itu sudah cambuk dasar dirinya sejak pertama kali bertugas di Batam.

ADVERTISEMENT

“Saya pertama tugas di Batam, berkomitmen untuk menuntaskan kasus peredaran Narkotika di Batam. Jadi kita sangat konsen menangani kasus barkotika,” terang dia.

Polin menilai jika wilayah Kota Batam berdekatan dengan negara tetangga yang sangat berpotensi menjadi daerah transit peredaran narkotika.

Di samping itu, Kota Batam merupakan salah satu kota maju, tentunya banyak dimanfaatkan oknum-oknum pengedar sebagai pasar peredaran narkotika.

ADVERTISEMENT

“Ini memang komitmen kami bersama untuk memberantas narkotika,” kata dia lagi.

Selain perkara narkotika, Polin menyebut bahwa pihaknya juga telah melakukan lelang enam Kapal Ikan Asing (KIA) yang telah berstatus inkrah.

Dari pelelangan ini, telah menghasilkan Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk kas negara sebesar Rp 1 miliar lebih.

ADVERTISEMENT

Selain itu, tindak pidana umum yang telah selesai sebanyak 911 kasus dengan rincian 49 Kasus di tahun 2020 dan 862 di tahun 2021.

Sementara tindak pidana korupsi, 2 dari 4 perkara yang ditangani telah selesai. 2 kasus lainnya masih dalam proses persidangan.

Sisi lain, kasus pencabulan juga terjadi peningkatan di tahun 2021. Kasus ini didominasi oleh pelaku dan korban yang masih di bawah umur.

ADVERTISEMENT

“Di antara kasus-kasus tersebut yang paling menonjol penyalahgunaan narkotika,” tutup dia.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 178 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Pemkab Bintan Alokasikan Rp 1,082 Miliar untuk Program RTLH Tahun Ini

29 Juni 2022 - 21:09 WIB

KPU Kepri Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024

29 Juni 2022 - 20:05 WIB

Batam Belum Terapkan Pembelian Minyak Goreng Curah Gunakan PeduliLindungi

29 Juni 2022 - 18:32 WIB

DPC APDESI Lingga Periode 2022-2023 Dilantik

29 Juni 2022 - 13:07 WIB

15 Pejabat Struktural Badan Usaha di BP Batam Dilantik

29 Juni 2022 - 12:27 WIB

DPMPTSP Datangi Holywings Batam, Cek Izin

28 Juni 2022 - 22:58 WIB

Trending di Warta
advertisement