Menu

Mode Gelap

Warta · 21 Des 2021 14:28 WIB

Kinerja BNN Karimun 2021: Bentuk 5 Desa Anti Narkoba, Rehabilitasi 33 Pecandu


					Kepala BNN Karimun, Eryan Noviandi. Foto: Khairul S/kepripedia.com
Perbesar

Kepala BNN Karimun, Eryan Noviandi. Foto: Khairul S/kepripedia.com

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, merilis capaian kinerja baik dalam upaya pencegahan maupun pemberantasan narkoba sepanjang tahun 2021.

Tercatat, bahwa dalam upaya program pencegahan (P4GN) pihaknya telah merealisasikan 51 kegiatan kepada 25.48 orang yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat seperti pekerja, mahasiswa, maupun pelajar.

ADVERTISEMENT

“Seluruhnya dilakukan baik secara daring dan luring. Kemudian juga dilakukan tes urine sebanyak 171 orang dalam 10 agenda kegiatan,” papar Kepala BNN Karimun, Eryan Noviandi, Selasa (21/12).

Selain itu, pihaknya telah membentuk penggiat dan relawan anti narkoba sebanyak 160 orang, serta membentuk 5 desa anti narkoba melalui program ‘bersinar’.

“Kelima desa itu adalah desa Pongkar, desa Sungai Ungar, desa Pangke, desa Belat dan desa Gemuruh. Setelah terbentuknya kelima desa ini dapat menjalankan fungsinya,” kata Eryan.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan juga menggandeng tokoh agama agar turut berperan serta dalam mencegah terjadinya penggunaan dan peredaran narkoba di wilayah masing-masing.

“Yang terpenting adalah membentengi diri dari narkoba adalah agama. Sehingga ke depan peran tokoh agama akan sangat diperlukan dalam mencegah peredaran narkoba,” kata dia.

Sementara pada bidang rehabilitasi, BNN Karimun telah melakukan penanganan terhadap 33 orang korban penyalahgunaan narkoba pada tahun ini.

“Untuk rawat jalan yang datang secara voluntir ke klinik kita itu ada 25 orang. Serta 8 orang yang kita dorong ke loka rehabilitasi Batam. Hasil asesmen dan konseling ke delapan ini tidak bisa untuk dirawat jalan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Umumnya, mereka yang menjalani rawat jalan dalam rentang usia 16 hingga 43 tahun. Kemudian yang menjalani rawat inap berusia 24 sampai 50 tahun.

“Mekanisme menentukan rawat jalan atau tidak metode layanan itu ada asesmen. Ada 7 domain yang ditanyakan baru bisa ditentukan. Untuk yang kronis itu adalah dengan penggunaan teratur pakai,” ungkapnya.

Eryan juga menambahkan, yang saat ini masih perlu dilakukan penguatan adalah peran serta masyarakat sendiri agar bisa dengan suka rela mau melakukan perobatan ke BNN Karimun.

ADVERTISEMENT

“Sejatinya mereka para pecandu narkoba ini adalah mereka yang sakit dan perlu untuk diobati. Ini yang perlu untuk didorong.

“Selama ini stigma bahwa jika suka rela datang ke BNN karena sudah kecanduan akan ditangkap. Tentu ada upaya kita untuk melakukan proses rehabilitasi dengan kriteria-kriteria tertentu. Ini yang masih perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat,” tutupnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Gubernur Ansar Minta Disnaker Kepri Rampungkan Progres BLK di Karimun

24 Juni 2024 - 17:01 WIB

IMG 20240624 WA0011 11zon

Kunker ke Karimun, Kajati Kepri Evaluasi Kinerja Jajaran Jelang Pilkada 2024

24 Juni 2024 - 16:32 WIB

IMG 20240624 WA0010 11zon

Bupati Roby Sampaikan Pandangan Penting dalam Pembahasan 26 RUU Kabupaten/Kota di DPR RI

24 Juni 2024 - 15:39 WIB

IMG 20240624 WA0007

PT Soma Daya Utama Jawab Polemik Soal Distribusi ke SPBE Karimun

23 Juni 2024 - 13:03 WIB

IMG 20240623 WA0019 11zon 1

Jemaah Haji Asal Bintan Tiba di Tanah Air

23 Juni 2024 - 12:29 WIB

IMG 20240623 WA0015 11zon

Momentum Idul Adha 1445 H, Lanal TBK Sembelih 4 Ekor Sapi dan 11 Ekor Kambing

18 Juni 2024 - 12:10 WIB

IMG 20240618 115755 11zon
Trending di Warta