Menu

Mode Gelap

Warta · 3 Agu 2023 15:45 WIB

Krisis Air Berkepanjangan di Batam, DPRD: Jangan Salahkan Warga Kalau Turun ke Jalan


					Anggota DPRD Batam Utusan Sarumaha. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Anggota DPRD Batam Utusan Sarumaha. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Warga Perumahan Bukit Raya Batamcenter, Kota Batam mengalami krisis air yang berhari-hari. Mereka pun akhirnya akan mendatangi kantor PT Air Batam Hilir (ABH). 

Namun, janji disampaikan ABH atau disebut Moya itu tak pernah tepat janji. Pasalnya mobil tangki yang dijanjikan urung datang. 

ADVERTISEMENT

Menyikapi itu, Anggota DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha menyayangkan kondisi air bersih di Batam terus terjadi. Kondisi ini pun sudah kesekian kali terjadi di sejumlah wilayah Batam membuat aktivitas tersendat. 

“Sangat prihatin, kondisi air di Batam sangat tidak normal. Membuat masyarakat tersiksa. Sangat terganggu, karena harus bangun jam 2 pagi untuk menampung air. Belum lagi yang rumahnya mati air 24 jam,” ujarnya, Kamis (3/8). 

Polemik krisis air sejatinya diperhatikan oleh BP Batam serta Moya selaku pengelolaan air bersih. Namun, tidak ada solusi diberikan oleh mereka. 

Setidaknya mereka harus menyiapkan mobil tangki air untuk sementara jika terjadi gangguan. 

“Itulah BP BATAM dan PT Moya atau PT ABH, jangan hanya PHP aja. Sejatinya bisa dimaklumi kalau saat ini sedang dalam perbaikan. Namun mobil tangki harusnya, selalu siaga untuk mendistribusikan air secukupnya,” ucap politisi dari Partai Hanura itu.

Politikus Hanura itu menekankan, distribusi air idealnya harus tetap lancar kepada masyarakat sesuai dengan kewajiban yang diberikan oleh masyarakat. Ini hak mereka tidak diberikan secara maksimal. 

“Kami minta BP Batam dan PT Moya harus fokus menyelesaikan. Sehingga warga menikmati air secara 24 jam. Tanpa ada kendala apapun. Jangan salahkan warga, kalau warga turun ke jalan menuntut air yang normal,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, distribusi air terganggu di titik wilayah Batam center. Warga kesal hingga kecewa karena buruknya pelayanan pengelolaan air. 

Bantuan yang diberikan oleh Moya tak juga direalisasikan. Menurut warga kondisi ini sudah dilaporkan ke perusahaan pengelola air tersebut. 

“Jangankan untuk mandi, untuk nyuci piring, gelas aja tidak bisa. Belum lagi disini semua punya anak kecil, itu yang lebih kasian,” ujar Zuldi Ketua RT 02 RW 38 kelurahan Belian, Zuldi beberapa waktu lalu pada wartawan. 

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Gubernur Ansar Minta Disnaker Kepri Rampungkan Progres BLK di Karimun

24 Juni 2024 - 17:01 WIB

IMG 20240624 WA0011 11zon

Kunker ke Karimun, Kajati Kepri Evaluasi Kinerja Jajaran Jelang Pilkada 2024

24 Juni 2024 - 16:32 WIB

IMG 20240624 WA0010 11zon

Bupati Roby Sampaikan Pandangan Penting dalam Pembahasan 26 RUU Kabupaten/Kota di DPR RI

24 Juni 2024 - 15:39 WIB

IMG 20240624 WA0007

PT Soma Daya Utama Jawab Polemik Soal Distribusi ke SPBE Karimun

23 Juni 2024 - 13:03 WIB

IMG 20240623 WA0019 11zon 1

Jemaah Haji Asal Bintan Tiba di Tanah Air

23 Juni 2024 - 12:29 WIB

IMG 20240623 WA0015 11zon

Momentum Idul Adha 1445 H, Lanal TBK Sembelih 4 Ekor Sapi dan 11 Ekor Kambing

18 Juni 2024 - 12:10 WIB

IMG 20240618 115755 11zon
Trending di Warta