Mahasiswa PAI STAIN SAR Kepri Semester 5 Gelar Majelis Taklim di Masjid Al-Hidayah Tanjungpinang, Angkat Tema Iman dan Adab Dalam Bingkai Budaya Melayu

Tanjungpinang – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester 5 angkatan 2024 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Majelis Taklim di Masjid Al-Hidayah, Perumahan Kijang Kencana 4, Tanjungpinang, pada Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bertapak di Bumi Melayu Bersulamkan Iman Bermahkotakan Adab” ini dilaksanakan untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester (UTS), sekaligus bertujuan menumbuhkan keimanan serta menanamkan adab dan akhlak dengan berpijak pada nilai-nilai budaya Melayu.

ADVERTISEMENT

Majelis Taklim ini dihadiri oleh dosen pengampu, tokoh masjid, pengurus Majelis Taklim, 16 mahasiswa PAI Semester 5, serta jamaah dan masyarakat sekitar. Suasana kebersamaan terasa sejak MC memulai acara.

Hadir dalam acara tersebut Bapak Ramli Muasmara selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan dan Nilai Kesenian Budaya Melayu, Ustadz Dr. Satrio, S.Pd.I., M.A. selaku Ketua Masjid Al-Hidayah, dan Ibu Herlina selaku Ketua Majelis Taklim.

Turut hadir pula pengurus dan jamaah Masjid Al-Hidayah, masyarakat Perumahan Kijang Kencana 4, serta anggota Majelis Taklim dan tamu undangan lainnya.

Dari unsur mahasiswa, kegiatan ini diikuti oleh Azwira, Baiq Khairul Bunga Ariry, Bambang Supriyadi, Fachriyanto, Faril, Harizky, Herri Putra, Lira Juniarti, Muhammad Muzakki, Muhammad Nur Habibi, Novita Dyah Andayani, Rahmadini, Regina Putri Sary, Rina Supriyani, Rymasha Amelia Putri, dan Suci Sriani.

Dibuka dengan Tilawah dan Sambutan

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, acara memasuki sesi sambutan yang disampaikan secara berurutan oleh Ketua Pelaksana, Bambang Supriyadi; Ketua Masjid Al-Hidayah, Ustadz Dr. Satrio, S.Pd.I., M.A.; dan Ketua Majelis Taklim, Ibu Herlina.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Bapak Ramli Muasmara. Selain memberikan sambutan, beliau juga melakukan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari Mata Kuliah Pendidikan dan Nilai Kesenian Budaya Melayu yang diampunya, mengingat kegiatan ini merupakan tugas Ujian Tengah Semester bagi mahasiswa.

ADVERTISEMENT

Tausiah tentang Iman, Adab, dan Akhlak

Memasuki inti acara, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tausiah atau materi keagamaan oleh Bambang Supriyadi. Materi yang dibawakan menekankan pentingnya meningkatkan keimanan sebagai pondasi kehidupan, memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta menjaga adab dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembahasan juga dikaitkan dengan nilai-nilai budaya Melayu yang menjunjung tinggi adat, kesantunan, dan ajaran agama. Sebagaimana dalam adat Melayu terdapat istilah “Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” yang merupakan falsafah hidup serta pandangan hidup utama dalam masyarakat Melayu.

ADVERTISEMENT

Pendekatan ini sejalan dengan tema kegiatan, yang memandang keimanan dan adab sebagai dua hal yang berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat Melayu.

Ditutup dengan Doa dan Silaturahmi

Di penghujung acara, peserta menyampaikan pesan dan kesan, dilanjutkan doa bersama.

ADVERTISEMENT

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan silaturahmi yang mempertemukan mahasiswa, dosen, pengurus masjid, pengurus Majelis Taklim, dan masyarakat setempat.

Tanggapan dan Harapan

Perwakilan mahasiswa, Rymasha Amelia Putri, mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dari kegiatan ini. Menurutnya, Majelis Taklim tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga kesempatan mempererat silaturahmi dan memahami hubungan antara nilai-nilai Islam dan budaya Melayu.

“Melalui kegiatan Majelis Taklim ini, kami mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga. Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi serta memahami hubungan antara nilai-nilai Islam dan budaya Melayu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rymasha.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Bambang Supriyadi berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menumbuhkan generasi muda Melayu yang berilmu agama sekaligus menjunjung tinggi adab dan budaya daerahnya.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi langkah untuk menumbuhkan generasi muda Melayu yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga menjunjung tinggi adab, akhlak, dan nilai-nilai budaya Melayu. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat serta dapat terus berlanjut pada masa mendatang,” kata Bambang.

Dengan terlaksananya kegiatan yang menjadi tugas Ujian Tengah Semester ini, mahasiswa PAI Semester 5 angkatan 2024 berharap Majelis Taklim dapat terus menjadi ruang belajar bersama yang mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat, sekaligus menjaga nilai iman, adab, dan budaya Melayu di tengah kehidupan sehari-hari.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article