Batam – Di tengah rutinitas kota Batam yang sibuk, ada hal sederhana yang bermakna luar biasa: setetes darah. Ia bisa mengubah duka menjadi harapan. Berangkat dari semangat itu, Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) mengajak semua pihak untuk berbuat nyata.
Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam dan puluhan institusi lain, mereka akan menggelar bakti sosial donor darah. Kegiatan ini digelar untuk memeringati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Aksi bertajuk “Setetes Darah, Sejuta Harapan” ini akan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026. Tempatnya di Lower Ground (LG) Mega Mall Batam Center. Ini bukan acara seremonial belaka. Ini gerakan kolaborasi untuk menguatkan solidaritas.
Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, mengajak seluruh masyarakat Batam turut serta. Baginya, HPN adalah momentum untuk memperluas manfaat bagi publik.
“Donor darah adalah kontribusi paling nyata. Satu kantong darah bisa menyelamatkan nyawa. Mari ramaikan kegiatan ini. Setetes darah kita bisa menjadi sejuta harapan bagi orang lain,” ujar Ady, Kamis, 29 Januari 2026.
Sebagai bentuk terima kasih, panitia menyiapkan 100 paket sembako untuk pendonor yang lolos pemeriksaan kesehatan. Paket berisi beras, minyak goreng, dan gula ini diharapkan dapat sekaligus meringankan kebutuhan sehari-hari.
Dukungan untuk acara ini datang dari berbagai penjuru. Pemerintah Kota Batam, perusahaan seperti PLN Batam, Telkomsel, PGN, hingga komunitas seperti Sedekah Jumat (Sejuk) Batam turut ambil bagian. Kolaborasi ini membuktikan aksi kemanusiaan mampu menyatukan banyak unsur.
Ady juga membagikan tips sederhana untuk calon pendonor untuk Istirahat yang cukup sebelum donor, Sarapan atau makan terlebih dahulu. Jangan datang dengan perut kosong, Pastikan tidak sedang sakit atau minum obat tertentu dan Jaga pola makan beberapa hari sebelumnya, perbanyak konsumsi zat besi dan protein.
“Kami ingin pendonor datang dalam kondisi sehat dan nyaman. Dengan persiapan baik, prosesnya akan cepat dan aman,” jelasnya.
Melalui aksi ini, KJK berharap peringatan HPN tak hanya diisi diskusi. Tapi juga dengan kerja nyata yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Di balik hiruk-pikuk pemberitaan, ada misi sunyi yang terus hidup: menyelamatkan kehidupan.