Menu

Mode Gelap

Warta · 26 Sep 2022 17:07 WIB ·

Menelisik Pengalokasian Dana Proyek Normalisasi Drainase di Pasar Malam Karimun


 Lokasi pengerjaan proyek. Foto: Istimewa Perbesar

Lokasi pengerjaan proyek. Foto: Istimewa

Proyek Normalisasi drainase kawasan Paras malam, yang berlokasi di jantung ibu kota Kabupaten Karimun, provinsi Kepulauan Riau, menelan biaya sebesar Rp 950.000.000 telah berjalan.

Selayaknya proyek besar, kegiatan inipun disebut telah melalui tahapan lelang, dan dimenangkan oleh CV.Teluk Sekawan sebagai kontraktor pelaksana, serta CV. Ghuvallry Consultant, dengan tenggat waktu pengerjaan selama 120 hari kelender.

Dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), ada beberapa jenis pekerjaan yang wajib dijalankan oleh pihak pelaksana, mulai dari persiapan, pekerjaan saluran baru, pekerjaan normalisasi saluran, normalisasi saluran plus grill, normalisasi saluran plus tutup saluran, pekerjaan Box Culvert, pekerjaan atap membran serta finishing.

Adapun alat yang wajib dipergunakan sesuai tertuang dalam KAK yang diterbitkan oleh Dinas PUPR kabupaten Karimun, yakni;
1. Concrete Breaker Kapasitas minimal 1.300 Bpm sebanyak 3 unit
2. Beckhoe Loader kapasitas 86 Hp/64 kW (menggunakan SLO/K3) Sebanyak 1 unit
3. Concrete mixer kapasitas 0,3 m3 sebanyak 1 unit.
4. Bar cutter kapasitas 6-13 mm satu unit.
5. Bar Bender kapasitas 6-13 mm Satu unit
6. Alat Las kapasitas 900 ampere satu unit.

ADVERTISEMENT
advertisement

Pihak pelaksana juga wajib memberikan laporan perkembangan pekerjaan sesuai dengan apa yang tertuang pada KAK yang ditandatangani tertanggal 29 Juli 2022 oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andhikhatria ST.

Dari ketentuan tersebut, pihak pelaksana wajib memenuhi persyaratan teknis dan mekanisme sesuai ketentuan. Jika dalam pelaksanaan nya ditemukan ketidak sesuaian, maka pihak pelaksana dapat dijatuhi sanksi oleh pihak Dinas PUPR.

ADVERTISEMENT

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, hingga per tanggal 26 September 2022, belum didapati pelaksanaan pekerjaan fisik seperti yang tertuang dalam RKA. Yang terlihat hanya sebatas normalisasi saluran air, bahkan, air masih terlihat menggenangi jalan Teuku Umar.

“Setahu kami, itu normalisasi aja ya?, Soalnya gak ada alat berat atau pekerjaan berat lain,” ujar Syahril, salah satu warga sekitar proyek, Senin (26/9).

Jika dilihat dari pekerjaan yang telah dilakukan, masih berbanding jauh dari nilai pagu anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah daerah. Meskipun demikian, tidak satupun pihak Dinas PUPR yang memberikan keterangan terkait progres proyek itu.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 58 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

advertisement
Baca Lainnya

Jaga Kondusifitas di Pemilu 2024, Bawaslu Karimun Optimalkan Peran Media

5 Desember 2022 - 21:09 WIB

3 Rumah Warga di Sungai Lakam Barat Karimun Hangus Terbakar

5 Desember 2022 - 13:10 WIB

Pemprov Kepri Salurkan Bantuan untuk Mubaligh se Kepri, Masing-masing Rp 1 Juta

4 Desember 2022 - 15:58 WIB

Hasil Visum Pemilik Kartu Pers yang Tewas Tergantung di Batam: Tidak Ada Tanda Kekerasan

4 Desember 2022 - 14:13 WIB

Sepanjang 2022, 36 Ribu Lahan di Kepri Selesai Disertifikasi

4 Desember 2022 - 13:35 WIB

Seorang Pelajar di Karimun Meninggal Terseret Arus Parit

3 Desember 2022 - 22:29 WIB

Trending di Warta
advertisement