Mooncake Festival Batam 2026 Meriah, Ribuan Warga Rayakan Kebersamaan di Lubukbaja

Batam — Suasana hangat menyelimuti Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, hadir di tengah ribuan warga yang memadati malam puncak Mooncake Festival atau Festival Kue Bulan Kota Batam.

Sejak siang, kawasan itu sudah semarak. Pawai Khitong dan Pawai Budaya Nusantara mengiringi langkah warga yang datang dari berbagai penjuru. Malam harinya, panggung utama menyala. Penampilan sejumlah artis membuat suasana semakin meriah.

ADVERTISEMENT

Festival ini bukan sekadar perayaan. Sedikitnya 60 lembaga keagamaan dan kemasyarakatan terlibat, menampilkan 10 kekayaan budaya Nusantara. Warga dari beragam latar belakang duduk bersama, menikmati pertunjukan, dan merayakan perbedaan dalam satu tarikan napas kebersamaan.

“Keberagaman di Batam harus kita rawat bersama. Kebudayaan menjadi bagian dari diplomasi untuk merawat hubungan, mempererat persaudaraan, sekaligus menunjukkan jati diri bangsa,” ujar Amsakar dalam sambutannya.

Baginya, Batam adalah miniatur Indonesia. Di kota ini, Melayu, Jawa, Batak, Minang, Tionghoa, Bugis, hingga saudara-saudara dari Timur hidup berdampingan. Keragaman itu, kata dia, bukan beban, melainkan kekuatan.

“Kota Batam merupakan miniatur Indonesia, tempat berpadunya berbagai suku, agama, dan komunitas,” katanya.

Lebih dari itu, Amsakar menilai keberagaman punya peran nyata dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata. Kegiatan budaya dan kemasyarakatan menjadi daya tarik yang menghidupkan sektor usaha.

Karena itu, Pemko Batam berkomitmen memajukan kebudayaan daerah. Salah satunya lewat penyusunan kalender kegiatan pariwisata berkelanjutan dan pembangunan Gedung Budaya di kawasan Sukajadi.

“Langkah strategis ini dilakukan agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, pusat data, dan pusat logistik, tetapi juga tumbuh sebagai kota budaya yang inklusif, rukun, dan maju,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Malam itu, Mooncake Festival menjadi potret kecil Batam: kota yang tumbuh dari perbedaan, namun berdiri teguh di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article