Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 22 Jul 2022 18:45 WIB

Otak Pabrik Sabu di Rumah Elit Batam Adalah Mantan Polisi Malaysia


					3 pelaku produksi sabu di sebuah rumah elit di Batam yang diamankan BNN. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

3 pelaku produksi sabu di sebuah rumah elit di Batam yang diamankan BNN. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau berhasil mengungkap praktik produksi sabu di sebuah rumah di kawasan perumahan elit Sukajadi, Batam beberapa waktu lalu.

Tiga orang pelaku masing-masing berinisial MS (43) warga Malaysia, dan 2 warga batam NS (47) dan AS (25), berhasil diamankan petugas dari penggerebekan tersebut.

ADVERTISEMENT

MS adalah warga negara Malaysia yang merupakan mantan anggota Polis Diraja Malaysia disebut sebagai otak dari adanya produksi sabu tersebut.

Baca: Ini Kata Ketua RT Terkait Rumah yang Digerebek BNN

Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Rainhard Golose mengatakan, pelaku diamankan di rumah mewah. Petugas menyita barang bukti 5 kg sabu berbentuk kristal bening dan cair.

“Dari dalam rumah yang dijadikan Clandestine Lab, petugas menemukan peralatan meracik sabu, 2 kg sabu berbentuk kristal siap edar, 3 kg cairan sabu berwarna unggu dan alat untuk mencampur bahan kimia. Bahan baku cairan Prekusor yang digunakan untuk membuat Narkotika diduga dipasok tersangka dari Malaysia melalui jalur laut ke Batam,” katanya, dalam jumpa pers di Batam, Jumat (22/7).

Dia menambahkan, barang sitaan ini akan dilakukan pengujian lab di laboratorium. Hal itu untuk mengetahui alur distribusi bahan baku produksi sabu di rumah tersebut.

Menurutnya, peredaran narkotika di Indonesia termasuk di Kepri, cenderung merupakan distribusi dari kawasan segi tiga emas atau golden tree angle yang berpusat di tiga negara yakni Cina, Thailand dan Vietnam.

Baca: Sebuah Rumah Mewah di Batam Digerebek BNN, Dijadikan Pabrik Sabu

“Barang haram ini diketahui telah ada yang dikirimkan ke daerah Jawa untuk diedarkan. Rumah di sini biasa disewa per tahun dan oleh tersangka digunakan untuk membuat sabu, mantan polisi ini diduga memiliki jaringan dengan ahli kimia yang masih dalam pengejaran. Petugas masih melakukan penyidikan atas kasus pabrik gelap pembuatan sabu, agar dapat mengungkap lebih dalam,” ujarnya.

Kini, tiga pelaku dijerat pasal 112 dan 114 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika, dengan ancaman penjara seumur hidup atau pidana mati.

ADVERTISEMENT

Dalam penindakan ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memberikan apresiasi kepada BNN yang telah berhasil mengungkap peredaran narkoba.

“Kita akan dukung berantas peredaran gelap narkoba di Kepri,” katanya

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Ribuan Narapidana di Kepri Terima Remisi Idul Fitri, 13 Orang Langsung Bebas

11 April 2024 - 23:30 WIB

Ilustrasi remisi

Seorang Anggota Bawaslu Kepri Ditangkap Terkait Narkoba

4 April 2024 - 17:38 WIB

Ilustrasi diborgol

Polresta Tanjungpinang Tangkap 9 Pengedar Narkoba, 1 di Antaranya Oknum Satpol PP

2 April 2024 - 21:30 WIB

IMG 20240401 212534 313 01 11zon

Polda Kepri Gagalkan Upaya Penyelundupan 6 Orang PMI ke Malaysia

2 April 2024 - 14:11 WIB

IMG 20240402 WA0003

Oknum ASN di Natuna Ditangkap Terkait Narkoba

1 April 2024 - 15:10 WIB

IMG 20240401 WA0005 11zon

Lanal Karimun Tangkap Komplotan Pencuri di Atas Kapal, Beraksi Dinihari

31 Maret 2024 - 17:32 WIB

IMG 20240331 163201 11zon
Trending di Hukum Kriminal