BATAM – Pemerintah Kota Batam mengingatkan kembali kepada seluruh warganya bahwa masa pendaftaran program Perlindungan Sosial (Perlinsos) akan ditutup pada 31 Agustus 2026 mendatang. Hingga Sabtu (29/8/2026) pukul 09.30 WIB, tercatat sebanyak 97.997 kepala keluarga (KK) di Kota Batam telah terdaftar dalam program tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, dengan tegas mengimbau warga yang belum mendaftar untuk tidak menunda-nunda lagi. Ia menekankan bahwa siapa pun yang tidak tercatat dalam basis data Perlinsos hingga batas waktu yang ditentukan, maka tidak akan bisa menerima fasilitas bantuan sosial dari pemerintah.
“Batas akhir pendaftaran adalah 31 Agustus 2026. Kami ingatkan dan imbau seluruh warga Kota Batam, bahwa masyarakat yang tidak terdaftar hingga tanggal tersebut tidak dapat difasilitasi dalam program bansos dari pemerintah,” ujar Rudi di Kantor Diskominfo Batam, Minggu (30/8/2026).
Berdasarkan pemutakhiran data terbaru, jumlah KK yang terdaftar bertambah sebanyak 2.680 KK dibanding data sebelumnya. Dari total itu, sebanyak 84.273 KK didaftarkan melalui 3.210 Agen Perlinsos, sementara 13.724 KK lainnya memilih jalur pendaftaran mandiri.
Rudi menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data kependudukan dan pendaftaran Perlinsos kini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hal ini penting agar data yang dikumpulkan akurat, sehingga penyaluran bantuan sosial bisa berjalan transparan, tepat sasaran, dan akuntabel.
Dari 12 kecamatan yang ada di Batam, Sagulung mencatat jumlah pendaftar tertinggi, yaitu 18.336 KK. Jumlah itu terdiri dari 2.033 KK pendaftar mandiri dan 16.303 KK yang didaftarkan melalui 490 agen. Menyusul Sekupang dengan 12.553 KK, Bengkong 12.210 KK, Batam Kota 10.521 KK, dan Sei Beduk 9.544 KK.
Kecamatan Nongsa mencatat 8.855 KK dan mengalami kenaikan pendaftar tertinggi pada pemutakhiran terbaru, yakni bertambah 656 KK. Sementara itu, kecamatan lainnya seperti Batu Aji, Batu Ampar, Lubuk Baja, Galang, Belakang Padang, dan Bulang masing-masing mencatat jumlah pendaftar di bawah 7.000 KK.
Selain perkembangan pendaftaran Perlinsos, Pemko Batam juga menyampaikan capaian aktivasi IKD. Dari 999.357 warga yang telah melakukan perekaman KTP-el, sebanyak 102.569 jiwa sudah mengaktifkan IKD, atau sekitar 10,26 persen. Sekupang menjadi kecamatan dengan persentase aktivasi tertinggi, yakni 12,82 persen, diikuti Belakang Padang, Bulang, dan Galang.
Dengan tersisa waktu yang tak lama lagi, Pemko Batam kembali mengajak warga yang belum terdaftar untuk segera bertindak. Warga bisa menghubungi Agen Perlinsos di kelurahan masing-masing, menggunakan layanan pendaftaran mandiri, atau datang langsung ke titik pelayanan kependudukan terdekat.
Pesan terakhir dari pemerintah kota: jangan tunggu hari terakhir. Pastikan data keluarga sudah masuk dalam basis data Perlinsos agar hak atas bantuan sosial tidak hilang.