Salah seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil diamankan oleh polisi setelah, diketahui berupaya menyalukan tujuh orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak dikirim ke Malaysia melalui Pelabuhan Harbourbay, Batam, Kamis (22/9).
โPelaku merupakan mantan PMI. Tugasnya membantu melakukan pengiriman calon PMI non prosedural,โ ujar Kombes Pol Jefri pada awak media dalam jumpa pers di Mapolda Kepri, Senin (26/9)
Tersangka berinisial A (42) warga Batam membantu calon PMI non prosedural ini untuk berangkat. Hal itu terungkap setelah salah satu dari dari pihak keluarga korban, melaporkan hal tersebut kepada polisi karena merasa keberatan.
โJadi pihak keluarga mengirimkan salah satu foto korban ke kita. Pelaku ditangkap di Pelabuhan Harbourbay,โ ujarnya.
Baca Juga
Modusnya para korban tidak dipungut biaya, karena cukong atau bos dari Malaysia mengirimkan uang Rp 18 juta ke pelaku.
Para korban sebanyak 3 pria dan 4 perempuan itu berasal dari Lampung, Madura dan Palembang.
โJadi mereka direkrut dari luar Kepri dan tiba di Batam ditempatkan di rumah pelaku. Baru dikirim ke Malaysia,โ ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku mengirimkan calon PMI sejak tahun 2016 dengan kurang lebih 100 orang calon PMI telah diberangkatkan. Pelaku memperoleh hasil Rp 1,5 juta setiap yang berangkat.
โPelaku bekerja sendiri karena cukong dari Malaysia yang mengirimkan uang. Bahkan juga pernah kerja di Malaysia,โ sebut dia.
โAtas perbuatannya pelaku dikenakan undang-undang Pekerja Migran Indonesia
pasal 81 Jo 83 UU 18 tahun 2017 dengan ancaman 10 tahun dan denda Rp 15 miliar,โ imbuh dia.
Dari tangan pelaku Polisi menyita sejumlah barang bukti diantara paspor dan sejumlah uang dari tangan pelaku.